Selasa, 10 Maret 2026

Tambang Nikel Raja Ampat

Lagu Musisi Gorontalo Ecko Show 'Save Papua' Kembali Viral di Tengah Isu Nikel Raja Ampat

Lagu karya musisi Gorontalo Ecko Show kembali viral di tengah mencuatnya isu penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Lagu Musisi Gorontalo Ecko Show 'Save Papua' Kembali Viral di Tengah Isu Nikel Raja Ampat
Tangkapan Layar
LAGU VIRAL -- Ecko Show dalam video clip lagu Save Papua yang kini viral gara-gara kasus tambang Nikel Raja Ampat. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Lagu karya musisi Gorontalo Ecko Show kembali viral di tengah mencuatnya isu penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Lagu berjudul Save Papua itu adalah kolaborasi bersama LIL ZI, EPO D'FENOMENO, dan JACSON ZERAN dan dirilis pada 2019 silam. 

Menariknya, lagu tersebut kembali menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial.

Lagu ini, yang liriknya menyuarakan jeritan hati tentang rasisme dan eksploitasi sumber daya alam Papua, relevan kembali dengan kontroversi yang sedang berlangsung.

Lagu #SAVEPAPUA menyoroti permasalahan kompleks di Bumi Cenderawasih yang kerap dilanda provokasi dan tindakan rasisme yang dinilai merusak persatuan bangsa. 

Lirik-liriknya tajam mengkritik perlakuan terhadap masyarakat Papua yang dipaksa hidup mandiri.

Ecko Show dan rekan-rekannya menyuarakan kegelisahan tentang "suara tangis ibu pertiwi" yang melihat bangsanya kini terpecah, memperlakukan sebagian sebagai "anak kandung dan tiri."

Ada desakan agar oknum provokator dan pelaku rasisme ditindak tegas dan masalah serius ini segera dituntaskan.

Lagu ini juga menyinggung sejarah puluhan tahun lalu, ketika pihak luar datang "atas nama nafsu dan jadi benalu," memaksa dan mengambil kekayaan alam Papua tanpa malu.

Setelah "tanah kami digaruk dan nyaris habis," mereka justru meneriakkan rasisme.

Frasa "Setelah itu ada protes, setelah itu ada darah" mencerminkan frustrasi terhadap respons yang minim dari pihak berwenang atas konflik dan penderitaan yang terjadi.

Seruan "Pulangkan kami tanpa konflik, pulangkan kami ke pasifik" menunjukkan keinginan untuk kedamaian dan penentuan nasib sendiri jika keadilan tak kunjung didapat.

Panggilan Hati, NKRI Harga Mati, dan Perlawanan Terhadap Keserakahan

Meski bukan berasal dari Papua, Ecko Show menegaskan niat tulusnya dalam membuat lagu ini, jauh dari motif mengejar popularitas atau keuntungan finansial.

"Sa bukan papua karna sa berambut lurus, Sa buat lagu ini niat yang tulus," demikian penggalan liriknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved