Jumat, 13 Maret 2026

Berita Katolik

Komisi Kerawam KWI Gelar Pertemuan Nasional, Dorong Umat Katolik Pilih Sekolah Kedinasan

Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar pertemuan nasional di Jakarta

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Komisi Kerawam KWI Gelar Pertemuan Nasional, Dorong Umat Katolik Pilih Sekolah Kedinasan
Tribunnews.com/domu d. ambarita
PERTEMUAN KERAWAM KWI - Ketua Umum Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi Kerawam KWI) Mgr Yohanes Harun Yuwono  memukul gong tanda pembukaan pertemuan nasional Komisi Kerawam se-Indonesia di gedung KWI, Jakarta, Selasa (10/6/2025 malam). Mgr Harun yang juga Uskup Agung Palembang didampingi Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawan KWI Romo  Yohanes K. Jeharut, dan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik Kementerian Agama Suparman 

“Lalu tour guide mengatakan, jangan khawatir. Tingalkan saja baangnya di situ (tidak perlu diselamatkan, Red),  karena semua tempat diawasi CCTV. Benar juga, sekitar 40 menit kemudian, datang seorang ibu, mencari tasnya dan memang aman. Barangnya didapati. Tidak hilang dibawa orang,” katanya.

“Bagaimana di tempat kita? Jangankan 40 menit,lima 5 menit saja hilang. Rupanya di tempat kita lebih tidak, tidak aman di negara yang baru merdeka,” ujar Mgr Harun. “Di Korea, tidak ada sampah berserakan. Bus kota bersih. Tapi di tempat kita ini jauh mengerikan, bukan?. Hanya preman di jalanan yang kita saksikan di pinggir jalan, tapi juga preman berdasi,” kata Mr Harun.

Membaca Pancasila

Pada pembukaan acara yang berlangsung di Gedung KWI Jalan Cut Mutia Jakarta, dibacakan teks Pancasila. Pembacaan teks Pancasila dipandu pengurus Vox Poin. Romo Hans, mengingatkan dasar negara Indonesia, Pancasila. 

“Setiap ada acara Kerawam, selaku ada pembacaan Pancasila. Dalam hal protokoler, mungkin ini rasanya aneh. Tapi ini perlu karena Pancasila lah satu-satu, dasar negara yang sekaligua alat yang bisa mempersatukan kita bangsa yang sangat majemuk,” kata Romo Hans.

Renungan 

Pertemuan Nasional didahului dengan misa yang dipersembahkan konselebran utama, Ketua Komisi Kerawam KWI yang juga Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono

Menurut Mgr Harun, Kristus memulian martabat manusia untuk menyandang predikat citra Tuhan. “Tuhan memang mengangkat dan memperlakukan kita manusia menjadi setara dengan diriNya. Maka Ia menyerahkan diri, sampai disalibkan, sehingga apa yang menjadi kerinduan Allah, hadir di dunia. Sehingga predikat, bahkan hidupnya diberikan kepada kita,” ujar Mgr Harun.

Dia mencontohkan, momentum sebelum disalibkan, Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan murid-muridnya di Yerusalem. “Kita bukan sekadar diperlakukan sederajat karena sahabat, tapi kita diperlakukan sebagai saudara dan saudari. Dan Karana itu, dia melakukan kita dengan segala kerinduannya, sedemikian rupa agar kerajaan Allah hadir di dunia.”

Demi Allah yang setia, Allah tidak pernah ingkar janji. Dan kesetiaan itu juga diwujudkan oleh PutraNya, yang mewujud dalam Yesus Krirlstus. Karena itu, Kristus sepikir dengan Allah. Maka saat disebut Allah setia, maka Kristus pun setia pada janji. Hanya menusia yang mengenal saksi palsu. Atau saksi diam, tidak mau terlibat. Tidak mau bicara. Memilih bisu demi kenyamanan kita sendiri.

Akan tetapi karena Tuhan sudah mempercayakan kehendakNya bahkan hidupnya, maka kita dijadikan sebagai saudara dan saudari, yang tak terpisahkan dengan Dia. Untuk itu marilah berbuat baik seperti disampaikan rasul Paulus. Sampai kapan pun dan sampai ke ujung dunia pun, ikatan itu yang tak kan pernah hilang.

“Orang Jawa bilang, piye yo ke kepiye, pun dan bagaimana pun, dia tetap saudaraku. Dalam hal, saudaranya itu korup atau berbuat jahat, piye ya kepiye, dia tetap saudaraku. Tuhan tak pernah menghapus tali persaudaraan kita. Kita diikat oleh pertalian tubuh dan darah Tuhan. Oleh karena itu, kita melakukan kehendak-nya, supaya berkenan kepada kehendaknya. Seperti kata Allah, 'inilah anak yang kukasihi, kepadanNyalah Aku berkenan"

Apa artinya? Allah bangga pada Yesus. Maka mari berbuat baik seperti disampaikan Santo Paulus, agar kita tetap menjadi saudara Kristus. Paus Leo ke-XIV dalam pesan kotbah pertamanya menyebut bumi adalah punya penghuni yang sama. Seperti juga harapan Paus Fransiskus, ingon populasi bumi hidup damai, rukun dan bersatu. “Marilah sekali lagi, melakukan kehendak Allah. Jangan minta alam berubah alam, tapi ubah kelakuanmu!” (amb)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved