Viral Internasional
Mantan Siswa Tembaki Sekolah hingga 10 Orang Tewas, Polisi Temukan Jasad Pelaku di Toilet
Seorang mantan siswa di Kota Graz, Austria, menembaki sekolah secara brutal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/rtjsryhmjth.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang mantan siswa di Kota Graz, Austria, menembaki sekolah secara brutal.
Sebanyak 10 orang dikabarkan tewas, di antaranya 9 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban meninggal di rumah sakit.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Aljazeera, Walikota Graz Elke Kahr mengatakan korban merupakan tujuh siswa dan dua orang dewasa. Adapun 30 orang terluka.
Adapun insiden penembakan massal ini terjadi pada Selasa (10/6/2025).
Kepolisian menyatakan, pelaku yang berusia 21 tahun merupakan mantan murid di sekolah menengah Dreierschuetzengasse.
Ia menyerang dengan dua senjata api legal yang dimilikinya, lalu ditemukan tewas bunuh diri di toilet sekolah.
"Pelaku bertindak seorang diri," ujar juru bicara kepolisian, dikutip Kompas.com dari kantor berita AFP, seraya menambahkan bahwa surat perpisahan ditujukan kepada orangtuanya ditemukan di rumahnya.
Namun, hingga kini belum ditemukan petunjuk jelas mengenai motif penembakan.
Respons Pemerintah Austria Sembilan korban dilaporkan meninggal di tempat kejadian, sedangkan satu korban lainnya, seorang perempuan, meninggal di rumah sakit akibat luka yang diderita.
Secara keseluruhan, tujuh korban berjenis kelamin perempuan dan tiga laki-laki.
Salah satu korban adalah siswa asal Perancis berusia 17 tahun. Hal ini dikonfirmasi oleh ayah korban kepada AFP.
Selain korban jiwa, sedikitnya 12 orang mengalami luka serius.
Kepolisian memastikan bantuan psikologis diberikan kepada para saksi dan keluarga yang terdampak.
Kanselir Austria Christian Stocker mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
"Negara ini baru saja mengalami kekerasan yang tak terbayangkan," ujarnya saat mengunjungi Graz.
Ia juga menyebut peristiwa ini sebagai tragedi nasional dan hari yang kelam bagi Austria. Sekolah Dreierschuetzengasse diketahui memiliki sekitar 400 siswa berusia 14-18 tahun.
Usai kejadian, bunga dan lilin diletakkan di depan gedung sekolah, sedangkan sejumlah toko di sekitarnya memilih tutup sebagai tanda berkabung.
Seorang warga Amerika Serikat yang tinggal di Graz dan memiliki anak di sekolah dasar dan taman kanak-kanak dekat lokasi penembakan mengaku sangat terkejut.
"Di negara asal saya, kejadian seperti ini lebih sering terjadi, tetapi ini sangat sulit diterima karena terjadi di sini. Graz adalah kota yang aman," katanya kepada AFP, menolak menyebutkan nama.
Warga lain, Roman Klug (55), yang tinggal tak jauh dari sekolah, mengungkapkan keheranannya karena sekolah itu dikenal terbuka dan menjunjung keberagaman.
Penembakan di ruang publik sangat jarang terjadi di Austria. Negara dengan populasi hampir 9,2 juta jiwa ini masuk dalam daftar sepuluh negara paling aman di dunia menurut Global Peace Index.
Namun demikian, belakangan Eropa mulai mencatat sejumlah serangan mematikan di institusi pendidikan, meski umumnya tidak terkait aksi terorisme.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Jemaah Haji Gorontalo Jalani Safari Wukuf, Jatuh Sakit saat Armuzna
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.