Jumat, 13 Maret 2026

Berita Viral

Kepala Sekolah di Banda Aceh Jadi Korban Penipuan Phishing Lewat NPWP, Rp148 Juta Raib

Seorang Kepala Sekolah di Banda Aceh tertipu. Awalnya, penipu menggunakan modus penipuan soal NPWP. Namun, malah berakhir uang ratusan jutanya hilang.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kepala Sekolah di Banda Aceh Jadi Korban Penipuan Phishing Lewat NPWP, Rp148 Juta Raib
Dok. Kompas.com
Ilustrasi NPWP. WASPADA Penipuan Denda Pajak hingga Modus Sosok Pelaku Peretas Data NPWP Bocor. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang Kepala Sekolah di Banda Aceh tertipu.

Awalnya, penipu menggunakan modus penipuan soal NPWP.

Namun, malah berakhir uang ratusan jutanya hilang.

Dilansir dari TribunJatim.com, Seorang kepala sekolah atau kepsek bernasib apes usai mendapat pesan dari orang ngaku petugas pajak.

Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh itu bernama Ramli.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Mulai Rp32.900, Simak Katalog Promo Lengkap Indomaret dan Alfamart Hari Ini!

Ramli lemas setelah saldo Rp 148 juta di rekening bank miliknya lenyap.

Rupanya, ia menjadi korban penipuan dalam bentuk serangan digital (phishing).

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Adtya Pratama, membenarkan kejadian itu.

Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus penipuan yang dialami oleh kepala sekolah tersebut.

"Iya benar kasusnya saat ini sedang ditangani dan didalami oleh petugas Satreskrim," kata Fadillah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/6/2025), melansir dari Kompas.com.

Fadillah menyebutkan, penipuan yang dialami Ramli berawal saat dirinya menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai kantor pajak.

Dalam pesan itu, kata Fadillah, pelaku meminta Ramli untuk memverifikasi data terkait pembaruan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Baca juga: UNG Kembali Tambah Guru Besar, Prof. Suleman Bouti Diangkat di Bidang Sociolinguistics Orthography

"Korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari kantor pajak melalui WhatsApp. Ia mengatakan perlu memverifikasi data NPWP korban," ujarnya.

Fadillah mengatakan, dalam kasus ini, korban benar-benar tidak menyadari kalau ia sedang menjadi target penipuan.

"Akibatnya, uang sebesar Rp 148.100.000 yang tersimpan dalam rekening bank miliknya raib setelah dikuras dari ATM," ungkap Fadillah.

Polresta Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon yang mengatasnamakan instansi resmi.

"Terutama jika berkaitan dengan data pribadi dan transaksi keuangan," tuturnya.

Diketahui, phishing adalah kejahatan digital yang menargetkan informasi atau data sensitif korban melalui email, unggahan media sosial, atau pesan teks.

Aktivitas phishing bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa disadari untuk tujuan kejahatan.

Baca juga: 113 CPNS Dosen dan Tendik Resmi Bergabung di UNG, Rektor Sambut dengan Penuh Harapan

Dengan kata lain, arti phishing adalah serangan yang dilakukan untuk menipu atau memancing korban agar mau mengeklik link atau tautan serta menginput informasi kredensial seperti username dan password.

Pelaku phishing biasanya menampakkan diri sebagai pihak atau institusi yang berwenang.

Mereka menyisipkan tautan di dalam narasi yang disebarkan dan menggiring korban agar mengeklik tautan tersebut.

Data yang menjadi sasaran phishing adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit atau rekening bank).

Informasi data yang diperoleh pelaku dari aktivitas phishing ini kemudian dimanfaatkan untuk menipu korban.

Data tersebut juga bisa dijual ke pihak lain untuk melakukan tindakan tidak bertanggung jawab seperti penyalahgunaan akun.

Baca juga: 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut Izin Usahanya, Diduga Langgar UU dan Putusan MK

Berita Lain

Seorang warga di Jogja kehilangan Rp 17,5 juta setelah kartu ATM tertelan mesin ATM. 

Saldonya habis setelah mencoba saran dari pria di belakang yang sedang berpura-pura mengantre. 

Insiden terjadi pada Jumat (9/5/2025), sekitar pukul 10.52 WIB di sebuah mesin ATM yang terletak di Jalan Wates km 10, Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Korban, berinisial EV (25), warga Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Mulanya EV bermaksud melakukan penarikan tunai.

Namun, ketika ia memasukkan kartu ATM, mesin tiba-tiba tidak merespons.

Ia mencoba membatalkan transaksi, tetapi kartu tetap tidak bisa dikeluarkan.

Baca juga: UNG Seleksi 51 Peserta Jalur Prestasi Unggul Diikuti Hafidz dan Juara Nasional, Hanya 10 Diterima

Saat panik, datanglah seorang pria tak dikenal yang berpura-pura membantu.

Ia menyarankan EV untuk mengetik simbol bintang, pagar, dan PIN, namun kartu tetap tertelan.

Korban merasa curiga dan memanggil temannya.

Ketika kembali, ia melihat tiga pria lain berada di sekitar ATM dengan sepeda motor matic.

Saat itu, kondisi mesin ATM terlihat sudah rusak.

Merasa telah menjadi korban kejahatan, EV segera pergi ke kantor bank terdekat untuk memblokir kartu ATM. 

Namun, informasi yang ia dapat justru mengejutkan.

Saldonya telah berkurang drastis.

Baca juga: Lowongan Guru Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan Kuota 1.554 Orang yang Ingin Jadi ASN

Ada penarikan tunai sebesar Rp 7,5 juta dan transfer Rp 10 juta, sehingga total kerugian mencapai Rp 17,5 juta, seperti dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Senin (12/5/2025).

EV kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Sedayu.

Kini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.

Demikianlah kronologi kejadian yang dipaparkan Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana. (*)


Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved