Universitas Negeri Gorontalo
UNG Kembali Tambah Guru Besar, Prof. Suleman Bouti Diangkat di Bidang Sociolinguistics Orthography
Salah satu dosen di Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG kembali menamatkan pendidikannya dengan gelar Profesor. Dosen tersebut adalah Suleman Bouti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prof-Suleman-Bouti.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menambah deretan guru besar.
Salah satu dosen di Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG kembali menamatkan pendidikannya dengan gelar Profesor.
Dosen tersebut adalah Prof. Suleman Bouti.
Baca juga: UNG Seleksi 51 Peserta Jalur Prestasi Unggul Diikuti Hafidz dan Juara Nasional, Hanya 10 Diterima
Dirinya diberi gelar akademik guru besar ranting ilmu/kepakaran Sociolinguistics Orthography.
Prof. Suleman Bouti dinyatakan telah memenuhi kompetensi kelayakan kenaikan jabatan berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Sebagai Rektor UNG, Eduart Wolok pun mengapresiasi capaian gelar akademik guru besar yang diterima Prof. Suleman Bouti.
Kata Eduart, keberhasilannya itu merupakan sebuah wujud pengakuan atas dedikasinya menjadi seorang dosen.
Baca juga: 113 CPNS Dosen dan Tendik Resmi Bergabung di UNG, Rektor Sambut dengan Penuh Harapan
Dengan adanya guru besar bidang Sociolinguistics Orthography kata Eduart akan semakin menambah kekuatan dalam kualitas SDM di UNG.
Selain itu, mendorong peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi baik itu dalam pendidikan dan pembelajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat.
Menurutnya kontribusi pemikiran dan gagasan dari seorang guru besar dalam suatu universitas sangat dibutuhkan bagi kemajuan masyarakat.
Baca juga: 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut Izin Usahanya, Diduga Langgar UU dan Putusan MK
Apalagi dalam suatu pendidikan tinggi, kehadiran guru besar ini dapat memberikan penguatan kualitas pendidikan dan berkontribusi terhadap persoalan di masyarakat melalui berbagai kegiatan tri dharma.
“Dengan capaian ini jumlah Guru Besar di lingkungan UNG terus bertambah, untuk memperkuat posisi institusi sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia,” pungkasnya. (*)
(TribunGorontalo.com/ADV)