Berita Viral
Kepala Sekolah di Banda Aceh Jadi Korban Penipuan Phishing Lewat NPWP, Rp148 Juta Raib
Seorang Kepala Sekolah di Banda Aceh tertipu. Awalnya, penipu menggunakan modus penipuan soal NPWP. Namun, malah berakhir uang ratusan jutanya hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NPWP-jadi-bahan-penipuan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang Kepala Sekolah di Banda Aceh tertipu.
Awalnya, penipu menggunakan modus penipuan soal NPWP.
Namun, malah berakhir uang ratusan jutanya hilang.
Dilansir dari TribunJatim.com, Seorang kepala sekolah atau kepsek bernasib apes usai mendapat pesan dari orang ngaku petugas pajak.
Kepsek SD Negeri 20 Banda Aceh itu bernama Ramli.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Mulai Rp32.900, Simak Katalog Promo Lengkap Indomaret dan Alfamart Hari Ini!
Ramli lemas setelah saldo Rp 148 juta di rekening bank miliknya lenyap.
Rupanya, ia menjadi korban penipuan dalam bentuk serangan digital (phishing).
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Adtya Pratama, membenarkan kejadian itu.
Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus penipuan yang dialami oleh kepala sekolah tersebut.
"Iya benar kasusnya saat ini sedang ditangani dan didalami oleh petugas Satreskrim," kata Fadillah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/6/2025), melansir dari Kompas.com.
Fadillah menyebutkan, penipuan yang dialami Ramli berawal saat dirinya menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai kantor pajak.
Dalam pesan itu, kata Fadillah, pelaku meminta Ramli untuk memverifikasi data terkait pembaruan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Baca juga: UNG Kembali Tambah Guru Besar, Prof. Suleman Bouti Diangkat di Bidang Sociolinguistics Orthography
"Korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari kantor pajak melalui WhatsApp. Ia mengatakan perlu memverifikasi data NPWP korban," ujarnya.
Fadillah mengatakan, dalam kasus ini, korban benar-benar tidak menyadari kalau ia sedang menjadi target penipuan.
"Akibatnya, uang sebesar Rp 148.100.000 yang tersimpan dalam rekening bank miliknya raib setelah dikuras dari ATM," ungkap Fadillah.