Berita Kabupaten Gorontalo

Damkar Kabupaten Gorontalo Ternyata Cuma Punya 5 Unit Armada Aktif Beroperasi

Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo menghadapi tantangan serius dalam menjalankan tugas. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
MINIM ARMADA -- Potret unit armada pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Gorontalo, Rabu (11/6/2025). Damkar Kabupaten Gorontalo saat ini membutuhkan armada tambahan untuk melayani 19 kecamatan. 

Farid menilai, akan lebih ideal jika Damkar berdiri sejajar atau menjadi dinas mandiri seperti di sebagian besar daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Istri Sah Vs Pelakor Baku Sapu di Atas Ring Gorontalo, Catat Tanggal Mainnya

“Kalau lembaga sudah jelas dari atas sampai bawah, maka secara otomatis seluruh kewenangan berada pada satu dinas mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dari sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia, separuhnya telah memiliki Damkar yang berdiri secara mandiri. 

Sementara di Gorontalo, Damkar Kabupaten Gorontalo masih berada di bawah BPBD, berbeda dengan kabupaten/kota lain yang berada di bawah Satpol-PP. 

“Kalau kita hanya memadamkan api, mungkin permasalahannya tidak serumit ini,” ujar Farid.

Kendati berada dalam keterbatasan, Damkar Kabupaten Gorontalo tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Saat ini, Damkar hanya memiliki 39 personel dan turut dibantu oleh relawan dari berbagai kecamatan.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berusaha melakukan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ucap Farid.

DATA KEBAKARAN DAN KEJADIAN LAIN

Sejak Januari hingga 11 Juni 2025, tercatat ada 20 kejadian kebakaran di Kabupaten Gorontalo

Dari jumlah tersebut, 18 di antaranya berhasil ditangani dan dua tidak tertangani. 

Wilayah dengan kejadian terbanyak berada di Kecamatan Limboto dan Kecamatan Telaga.

Selain penanganan kebakaran, Damkar juga menangani berbagai insiden lain seperti animal rescue dan human rescue.

Tercatat Damkar telah menangani enam kasus anjing liar, 10 kasus penanganan ular, 8 kasus biawak, serta 11 sarang lebah. 

Sementara untuk human rescue, termasuk melepas cincin dan evakuasi orang terkunci, terdapat empat kasus yang berhasil ditangani.

Ia menyebut bahwa masyarakat bahkan sering menghubungi Damkar untuk hal-hal di luar tupoksi kewenangan Damkar.

“Mereka sering menelpon karena tidak tahu harus minta tolong ke siapa lagi, ada itu yang minta tolong minta dipasang lampu di rumahnya,” tambahnya.

Selama 10 tahun bertugas di Damkar Kabupaten Gorontalo, Farid mengaku setiap laporan tahunan, secara keseluruhan kasus kebakaran, sebagian besar dapat ditangani. 

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved