Hari Buruh di Gorontalo
Diminta Copot Pejabat di Gorut, Ini Respons Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail
Dialog Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Kantor Gubernur Gorontalo diwarnai penyampaian aspirasi dari sejumlah buruh terkait
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAYDAY-Duduk-melantai-Gubernur-Gorontalo-Gusnar-Ismail-dialog-dengan-sejumlah-buruh.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dialog Hari Buruh Internasional di Kantor Gubernur Gorontalo diwarnai penyampaian aspirasi buruh terkait persoalan ketenagakerjaan di Gorontalo Utara.
- Gubernur Gorontalo meminta aspirasi tersebut diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
- Buruh menyoroti persoalan aktivitas koperasi bongkar muat di kawasan Pelabuhan Anggrek yang dinilai belum menemukan solusi.
TRIBUNGORONTALO.COM, Goorntalo -- Dialog Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Kantor Gubernur Gorontalo diwarnai penyampaian aspirasi dari sejumlah buruh terkait persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (1/5/2026).
Dalam forum tersebut, massa buruh meminta agar aspirasi mereka terkait pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara disampaikan kepada pemerintah daerah setempat.
Menanggapi hal itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail mengatakan pemerintah provinsi berkewajiban meneruskan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum resmi.
Baca juga: Nahas! Ibu Rumah Tangga Terjatuh ke Septic Tank Sedalam 5 Meter, Ditemukan Tak Bernyawa
“Pak Sekda, minta kepada Bupati Gorontalo Utara untuk meneruskan aspirasi dari para buruh ini,” kata Gusnar di hadapan peserta aksi.
Ia menegaskan pemerintah daerah perlu membuka ruang komunikasi terhadap setiap aspirasi yang berkembang di masyarakat, termasuk yang disampaikan kelompok buruh dalam momentum May Day.
Aspirasi tersebut berkaitan dengan polemik aktivitas koperasi buruh di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.
Ketua PUK FSPMI Gorontalo Utara, Ahmad Fajrin, mengatakan pihaknya meminta perhatian pemerintah terhadap persoalan yang mereka hadapi terkait aktivitas koperasi bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Menurut dia, koperasi yang dibentuk para buruh telah memiliki legalitas dan berharap dapat memperoleh ruang kerja sebagaimana mestinya.
Fajrin juga menyebut pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut melalui sejumlah forum komunikasi di daerah, namun belum menemukan titik penyelesaian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perindagkop Gorontalo Utara belum memberikan tanggapan terkait aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.
Aksi ratusan buruh di Gorontalo pada peringatan May Day berlangsung tertib dan berujung dialog terbuka dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di lobi kantor Gubernur, Jumat (1/5/2026).
Dalam pertemuan itu, buruh menyuarakan sejumlah tuntutan yang mencakup isu nasional seperti penghapusan outsourcing dan percepatan pembahasan UU Ketenagakerjaan, hingga persoalan daerah seperti penerapan UMP 2026, jaminan sosial tenaga kerja, dan efektivitas satgas PHK.
(*)