Sabtu, 21 Maret 2026

Tambang Nikel Raja Ampat

Bupati Raja Ampat Klaim Masyarakatnya Tak Mau Tambang Nikel Ditutup, BRIN Jawab Menohok

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, pada Senin (9/6/2025) menyampaikan bahwa masyarakat Pulau Gag tidak menginginkan penutupan tambang nikel milik PT G

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bupati Raja Ampat Klaim Masyarakatnya Tak Mau Tambang Nikel Ditutup, BRIN Jawab Menohok
GOOGLE EARTH
TAMBANG NIKEL - Pemerintah memastikan PT Gag Nikel tetap bisa menambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Dua menteri sebut izin lengkap, tapi pengawasan akan diperketat. Bagaimana nasib tambang lain? 

Ia menambahkan bahwa hutan memegang peran penting dalam menjaga kualitas air.

Ketika hutan berkurang karena pembukaan lahan, penurunan kualitas air tanah hanya tinggal menunggu waktu.

Lebih lanjut, Andes juga menyoroti ancaman terhadap ekosistem laut.

“Sedimen dari limbah tambang akan merusak terumbu karang yang menjadi rumah bagi ikan-ikan. Ini akan menyebabkan migrasi ikan ke tempat yang lebih cocok untuk tinggal,” katanya.

Andes menekankan bahwa dampak lingkungan dari aktivitas manusia sering kali baru terlihat setelah bertahun-tahun berlalu.

Oleh karena itu, ia berharap semua pihak yang memiliki kewenangan dapat memandang Raja Ampat sebagai satu kesatuan ekosistem yang utuh.

Perlindungan tidak bisa hanya difokuskan pada kawasan wisata, melainkan harus mencakup seluruh ekosistem yang saling berkaitan.

Dengan pandangan menyeluruh ini, pengawasan dan tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih tepat untuk mencegah kerusakan lingkungan yang membahayakan keanekaragaman hayati.

“Karena sekali tempat ini rusak, hasil perbaikannya tidak akan pernah sama seperti sedia kala,” pungkas Andes, memberikan peringatan keras akan irreversibilitas kerusakan ekosistem. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved