Berita Haji 2025
178 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci, Mayoritas Karena Jantung
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat ada 178 jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JEMAAH-MENINGGAL-Potret-Sistem-Komputerisasi-Haji-Terpadu-Siskohat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat ada 178 jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji 1446 Hijriah atau 2025.
Data ini tercatat dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Senin (9/6/2025).
Dari jumlah tersebut, 112 merupakan jemaah laki-laki dan 66 lainnya perempuan.
Kasus kematian tertinggi terjadi pada 28 Mei 2025, dengan total 13 jemaah wafat dalam satu hari.
Sementara itu, kematian pertama tercatat pada 15 Mei 2025 atas nama Rachmat Selamet, jemaah asal Sulawesi Selatan.
Mayoritas jemaah yang meninggal dunia wafat di Kota Makkah, yakni sebanyak 115 orang.
Sisanya tersebar di beberapa lokasi lain yang menjadi titik pelaksanaan ibadah haji.
Berdasarkan data dari masing-masing embarkasi, jumlah jemaah wafat terbanyak berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 38 orang.
Disusul oleh Embarkasi Ujung Pandang (UPG) sebanyak 21 orang, Embarkasi Jakarta–Pondok Gede (JKG) 20 orang.
Lalu Embarkasi Jakarta–Bekasi (JKS) dan Solo (SOC) masing-masing 19 orang.
Hingga data terakhir yang diperbarui pada Minggu, 8 Juni 2025, jemaah terakhir yang tercatat wafat adalah Tarmizi Samad Muhammad, jemaah asal Kalimantan Barat.
Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi, Imran mengungkapkan, ada tiga penyakit umum yang menjadi penyebab utama kematian jemaah haji Indonesia tahun ini, jantung, pernapasan akut, dehidrasi, dan kegagalan organ akibat infeksi berat.
"Ketiga penyakit itu adalah jantung, pernapasan akut, dehidrasi, dan kegagalan organ akibat infeksi yang berat," papar dia.
Data menunjukkan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia yang wafat menderita penyakit jantung.
"Data kami mencatat, 77 jemaah yang wafat menderita penyakit jantung. Sebanyak 15 jemaah wafat karena mengalami kegagalan organ akibat infeksi yang berat," ungkap Imran.