Berita Viral
Heboh! Warga Diminta Tebus Kupon Daging Kurban Rp 15 Ribu, Panitia: untuk Biaya Potong
Warga Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dibuat terkejut sekaligus heboh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DAGING-KURBAN-Sepaket-daging-kurban.jpg)
"Satu Rp15 ribu," imbuh emak-emak.
Video yang dibagikan pada Sabtu (7/6/2025) itu pun sontak viral dan menjadi perhatian publik luas.
Klarifikasi Panitia: Biaya Potong hingga Bantu Pemulung
Menanggapi kehebohan ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyatakan pihaknya telah mengetahui klarifikasi dari panitia kurban yang menjadi "bos" dalam video viral tersebut, yaitu Tarmin.
Dalam sebuah tayangan video di akun lambe turah, Tarmin menjelaskan alasan di balik permintaan uang Rp 15 ribu kepada warga pemegang kupon.
Tarmin mengungkapkan bahwa ada pihak dermawan yang memberikan sapi kurban untuk warga Cikiwul, Bantargebang, kepadanya untuk Idul Adha 2025 ini.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Tarmin pun mengajak warga lain untuk bergotong royong mengurus penyembelihan sapi kurban tersebut.
"Saya dan teman-teman semua ini sebelum datang atau ada sapi di tempat kami itu sudah musyawarah dan kesepakatan bersama karena melihat awalnya belum ada sapi yang memberi," katanya.
Tarmin menambahkan, inisiatif ini muncul karena melihat para pemulung di wilayahnya seringkali tidak mendapatkan daging kurban.
"Setelah adanya sapi yang memberi, dapatlah sebuah sapi karena inisiatif saya ingin membantu teman-teman kami khususnya kepada para pemulung karena setiap adanya kurban, mereka mengadu pada kami tidak mendapatkan daging," ungkap Tarmin.
Ia menyebut, di wilayahnya awalnya tidak pernah ada pembagian daging kurban.
"Jadi kami dengan inisiatif mencari teman-teman yang memberikan sapi kepada tempat kami sebagai pemulung agar sama-sama makan sapi," imbuh Tarmin.
Setelah mendapatkan hewan kurban, Tarmin dan panitia bermusyawarah dengan masyarakat terkait teknis penyembelihan. Dari musyawarah itulah disepakati bahwa mereka membutuhkan biaya untuk pemotongan dan jasa bantuan warga.
Akhirnya, Tarmin dan panitia sepakat untuk menarik uang Rp 15 ribu kepada warga yang mengambil daging.
"Setelah dapat sapi, tentunya si pembeli memberikan sapi. Ada yang sebagian memberikan uang untuk biaya tanggung jawab tu, ada juga sebagian yang plus sapi, dan ada juga tambahan lagi sapi saya memotong tiga, jadi ada tambahan lagi pembeli sapi, saya patungan dengan hamba Allah yang memberikan kepada kami," pungkas Tarmin.