Human Interest Story
Ronal Mohamad, Jagal Sapi Kurban di Gorontalo yang Lestarikan Warisan 3 Generasi
Ronal Mohamad (41), pria asal Kelurahan Biau, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, punya kisah yang tak sekadar soal memotong hewan kurban.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ronal-Mohamad-41-merupakan-seorang-jagal-sapi-kurban.jpg)
"Tadi di masjid saya sendiri, lalu keluarga saya, dan terakhir di BNN. Semua sudah selesai," katanya.
Namun, rekor terbanyak justru terjadi pada tahun lalu. Ia menyembelih hingga 11 ekor hewan kurban di berbagai tempat dalam tiga hari.
Hari pertama selalu menjadi yang tersibuk.
"Biasanya paling banyak di hari pertama. Kadang saya sampai kelagapan, tapi karena banyak yang minta tolong, saya tinggal atur waktunya," jelasnya.
Di balik keahliannya, ada pula cerita-cerita tak terduga. Salah satu yang tak bisa ia lupakan adalah ketika seekor sapi mendadak stres dan mengamuk sebelum disembelih.
"Semua kendaraan diseruduk, rusak. Saya sama teman sempat kena juga, terluka. Tapi ya, itu bagian dari tantangan," katanya, sembari tertawa kecil mengenang kejadian itu.
Sapi tersebut akhirnya kabur dan baru berhasil ditemukan di tepi sungai.
Karena tak mungkin dibawa kembali ke lokasi semula, Ronal dan tim memutuskan untuk menyembelihnya di tempat.
"Kalau sapi sudah stres dan lepas, kita nggak bisa paksa dibawa balik. Harus dipotong di mana dia berhenti," jelasnya.
Selama lebih dari satu dekade menekuni profesi ini, Ronal sudah melalui berbagai pengalaman yang tak selalu mudah.
Tapi semangatnya tak luntur. Ia tetap menjalani semua itu dengan tenang dan rasa syukur.
Di luar pekerjaan menyembelih hewan, Ronal juga aktif sebagai Ketua Takmirul Masjid Al Kharaj dan Pimpinan Majelis Taklim Nurul Mustofa di Provinsi Gorontalo.(*)
| Kisah Pedagang Pisang di Kota Tua Gorontalo, 20 Tahun Berjualan hingga Kini Masih Eksis |
|
|---|
| Kisah Santi Yusuf, Peternak Ayam Petelur di Gorontalo yang Bertahan 20 Tahun |
|
|---|
| Sosok Safrin Amir Dau, Jawara Qira’at Murattal Remaja MTQ Kabupaten Boalemo Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Moh Ardiansyah, Pemuda Parimo Lulus S2 di Gorontalo: Biayai Kuliah dengan Usaha Kopi |
|
|---|
| Cerita Hamidun Diko, 29 Tahun Jadi Penjahit Sepatu di Boalemo Gorontalo |
|
|---|