Berita Viral
Viral! Seorang Siswi SMK di Manado Dianiaya Sejumlah Pelajar, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum
Lokasi penganiayaan ini berlokasi di Kota Manado, Jalan Tikala Ares, Kacamatan Tikala, Manado, Seulawesi Utara, Senin (2/6/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/penganiayaan-di-manado.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Siswa SMK di Manado ini dianiaya oleh sekumpulan pelajar.
Lokasi penganiayaan ini berlokasi di Kota Manado, Jalan Tikala Ares, Kacamatan Tikala, Manado, Seulawesi Utara, Senin (2/6/2025).
Video tentang penganiayaan terhadap satu orang siswa ini pun viral.
Dilansir dari TribunManado.co.id, Siswa tersebut diinjak dan ditendang secara berulang-ulang oleh siswa lainnya hingga tak berdaya sama sekali.
Menurut informasi yang diterima, siswa yang dianiaya itu bernama Kenny Bawintil warga Desa Kalawat Kabupaten Minahasa Utara.
Dia bersekolah di salah satu SMK di Airmadidi
Baca juga: Viral Siswa Gadaikan HP untuk Bayar Uang Ujian Praktik, Dinas Pendidikan Riau Turun Tangan
Sementara siswa yang menganiayanya berasal dari salah satu sekolah SMK yang ada di Kota Manado.
Kedua orang tua Kenny Bawintil sudah melaporkan masalah ini ke PPA Polresta Manado.
Mereka tak terima anaknya dianiayaya
"Kami tak terima diperlakukan seperti ini, maka kami tempuh jalur hukum," jelasnya Asni Yap Ibunda dari Kenny, Selasa (3/5/2025)
Kata dia, penyidik sudah menyuruhnya untuk melakukan visum di rumah sakit.
"Kami sudah pergi tadi ke rumah sakit untuk melakukan visum.
Baca juga: Bantuan Rp600 Ribu Cair Mulai Besok 5 Juni, Berikut Syarat dan Cara Cek Penerima BSU 2025
Kami dengar kata dokter bahwa tubuh Kenny banyak yang membiru akibat dianiya," keluh Asni bersama suaminya Kerry Bawintil
Dia pun berharap, polisi bisa memproses lanjut kasus ini.
"Harus diproses lanjut, dan kalau bisa ada pertanggungjawaban kepada anak kami yang dianiaya," jelasnya.
Kasus Serupa:
Seorang Tante di Riau Tega Aniaya Keponakan Yatim Piatu Gara-gara Cucian Baju Tidak Bersih
Miris, perbuatan seorang tante yang tega aniaya keponakannya, hanya karena masalah cucian yang tidak bersih.
Seorang gadis yatim piatu berinisial VW (18) menjadi korban penganiayaan oleh tantenya, Citra Hadayani, di Desa Torai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.
Baca juga: Sadis! Suami Siram Istri Pakai Air Keras, Korban Malah Dihantui Tagihan Rumah Sakit Rp357 Juta
Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (24/5/2025) dan baru viral di media sosial pada Minggu (25/5/2025).
Korban yang tinggal bersama tantenya mengalami luka lebam dan bengkak pada mata sebelah kanan akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala, mengonfirmasi bahwa pelaku telah ditangkap setelah laporan masuk dari warga.
"Laporan baru tadi malam dibuat warga dan pelaku langsung ditangkap," ujar Gian kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, seperti dikutip TribunJatim.com, Minggu (25/5/2025).
Gian menjelaskan, penganiayaan dimulai ketika pelaku yang memegang sapu menemui korban di gudang rumahnya.
"Pelaku berkata kepada korban bahwa korban mencuci pakaian tidak bersih. Korban juga disebut membersihkan rumah tidak bersih," ungkap Gian.
Setelah itu, pelaku memukul tubuh korban menggunakan tangkai sapu dan rotan untuk pembersih tempat tidur.
Baca juga: Tipu 25 Orang Lewat Arisan Online hingga Rp356 Juta, Ibu Muda di Batam Ini Bisa Beli Mobil dan Rumah
Tidak hanya itu, pelaku juga menginjak muka, mata, dan tangan korban.
"Pelaku juga ada menginjak punggung korban dengan kakinya," kata Gian menambahkan.
Aksi kekerasan tersebut disaksikan oleh warga di sekitar lokasi kejadian, yang kemudian membawa korban ke Polres Kampar untuk melapor.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami berapa kali pelaku menganiaya korban.
"Masih kami dalami berapa kali korban dianiaya. Kalau untuk motif, karena marah kepada korban mencuci pakaian tidak bersih," tutup Gian. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.