Harga Bahan Pokok
Jelang Idul Adha 2025 Harga Bahan Pokok Stabil di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Tapi Pembeli Kurang
Tinggal menghitung hari, Lebaran Idul Adha 2025 bakalan tiba. Harga bahan pokok makanan pun masih relatif stabil di Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/harga-bapok-kota-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tinggal menghitung hari, Lebaran Idul Adha 2025 bakalan tiba.
Harga bahan pokok makanan pun masih relatif stabil di Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Hal itu disampaikan Iyam Sadu, salah satu pedagang bahan pokok
Kata Iyam, saat ini harga bahan pokok belum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Baca juga: Gegara Kecap Terlalu Encer dan Tusuk Sate Kotor, Pedagang Sate di Tanggamus Ditusuk Pelanggan
Hanya saja ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga.
Salah satunya harga cabai yang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp80 ribu menjadi Rp63 ribu per Kilogram (kg).
"Kalau cabai rawit merah dari harga Rp78 ribu turun menjadi Rp76 ribu," terangnya.
Sedangkan harga bawang putih maupun bawang merah masih dibanderol dengan harga sama yakni Rp45 ribu per kg.
Selain itu, harga beras bervariasi tergantung jenisnya.
Baca juga: Nadiem Makarim Jadi Buronan Jaksa Agung Kasus Korupsi di Kemdikbud Ristek, Kejagung Buka Suara
Ciheran dibanderol dengan harga Rp14 ribu dan Yenti Rp15 ribu per kg.
Harga minyak goreng pun demikian bervariasi tergantung ukuran.
Namun kata Iyam tantangan yang dihadapi pedagang saat ini bukanlah stok yang menipis, melainkan kurangnya pembeli di Pasar Sentral.
"Pasar di sini masi sepi tidak seperti pasar yang dulu," katanya.
Hal ini juga dikeluhkan oleh Harisa Hasan, pedagang lainnya di Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Menurut Harisa, jika Pasar ini sepi dalam waktu yang panjang maka dia khawatir pedagang akan gulung tikar.
Baca juga: Siswa Kelas 1 SD di Banjarbaru Pilih Bawa Pulang Makan Bergizi Gratis Biar Bisa Makan Bersama Adik
"Bisa-bisa pasar sentral ini akan tutup kalau pendapatan masih seperti ini, lihat saja sudah banyak pedagang yang tutup itu dikarenakan pendapatan tidak ada," terangnya.
Harisa menduga salah satu faktor pemicu kurangnya pembeli di pasar ini terletak pada harga parkir.
Jika dibandingkan dengan pedagang bahan pokok makanan yang berseliweran di jalanan tidak dibebankan biaya parkir.
"Bagaimana bisa warga membeli di sini, baru parkir sebentar sudah datang tukang parkir, jadi banyak yang malas datang ke sini, tolong lah diatur," keluhnya.
Baca juga: Tugu Jagung Boalemo Dirobohkan Tuai Pro dan Kontra dari Warga: Seperti Lihat Sejarah Dibongkar
Apalagi sudah menjamur pedagang yang memilih berjualan di pinggir jalan ketimgang di dalam pasar.
"Kalau bisa mereka yang jualan di pinggir jalan diatur juga dimasukan ke dalam pasar biar banyak yang datang ke sini," tuturnya. (*)
(TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.