Penganiyaan di Gorontalo
30 Hari Kasus Pengeroyokan Aktivis Gorontalo di GORR, Polisi Belum Juga Berhasil Ungkap Pelaku
Meski Amin mengaku mengenali salah satu dari empat pelaku yang menyerangnya dengan balok kayu, namun proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Empat-pria-vs-Satu-Pria-berkelahi-di-jalan-Gorontalo-Outer-Ring-Road.jpg)
Mencurigai adanya pengangkutan batu hitam ilegal, Amin meminta truk tidak masuk ke area pelabuhan.
Ia juga menghubungi aparat setempat hingga didatangi, namun kemudian dibujuk untuk membiarkan truk masuk.
Karena tetap bersikukuh, Amin menyarankan truk dibawa ke kantor polisi.
Namun, sopir malah melajukan truk ke arah Kota Gorontalo.
Amin mencoba menghadang kendaraan itu di beberapa titik, termasuk di depan SPBU Pertamina dan Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, namun tidak berhasil.
Amin terus membuntuti truk dengan jarak sekitar 200 meter sambil mengirim video ke pimpinan kepolisian.
Saat melintasi kawasan GORR, dua sepeda motor tiba-tiba menghadang Amin.
Masing-masing motor ditumpangi dua orang. Tanpa basa-basi, keempatnya langsung menyerang Amin menggunakan balok kayu.
“Saya dihadang, balok sudah dibawa mereka. Saya sempat tangkis-tangkis dan turun dari motor, tapi mereka empat orang. Saya cuma bisa bertahan sebisa mungkin,” ungkap Amin.
Akibat serangan itu, Amin mengalami luka memar di sekujur tubuh, pembengkakan di kepala, dan luka di jari-jarinya.
Ia mengaku mengenali salah satu pelaku dari pertemuan sebelumnya di sebuah warung kopi.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke SPKT Polres Gorontalo.
Amin juga menjalani visum di RS Bhayangkara dan kini tengah diperiksa oleh tim Reskrim.
(*)