Perang Rusia Ukraina
Ukraina Bombardir 4 Pangkalan Udara Rusia, 41 Pesawat Militer Hancur Lebur
Serangan udara Ukraina membombardir empat pangkalan udara milik Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/angkapan-layar-dari-video-drone-Ukraina.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Serangan udara Ukraina membombardir empat pangkalan udara milik Rusia.
Melansir pemberitaan media Prancis, Le Monde, sebanyak 41 pesawat militer Rusia luluh lantak.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak api dan asap hitam membumbung tinggi.
Hanya saja, saat ini belum dapat diverifikasi apakah video tersebut terbukti benar adanya.
Seorang sumber di Dinas Keamanan Ukraina (SBU), mengatakan serangan itu mengenai 41 pesawat Rusia yang digunakan untuk "mengebom desa-desa Ukraina".
"Tiga puluh empat persen pembawa rudal jelajah strategis di lapangan udara utama Federasi Rusia terkena serangan," ungkap SBU lewat Telegram.
Buntut serangan itu, Rusia diperkirakan telah merugi hingga 7 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp114 triliun.
Dikutip dari AFR, serangan Ukraina itu menggunakan drone bermuatan bahan peledak.
Setidaknya, termasuk pesawat A-50, Tu-95, dan Tu-22M, hancur buntut serangan itu, kata seorang pejabat Ukraina.
Sebagai informasi, Rusia sebelumnya telah menggunakan pesawat pembom jarak jauh Tupolev Tu-95 dan Tu-22 untuk meluncurkan rudal ke Ukraina.
Sementara, A-50 digunakan untuk mengoordinasikan target atau mendeteksi pertahanan udara serta rudal berpemandu.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memuji "hasil yang benar-benar cemerlang" dari operasi tersebut.
Zelensky merinci operasi itu, dengan mengatakan operasi tersebut berlangsung "satu tahun, enam bulan, dan sembilan hari sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan yang efektif."
"Operasi jarak jauh kami. Orang-orang kami yang terlibat dalam persiapan operasi ditarik dari wilayah Rusia tepat waktu," ujarnya.
Di waktu yang bersamaan, Moskow juga melancarkan salah satu serangan drone dan rudal terpanjangnya terhadap Kyiv, tepatnya pusat pelatihan militer.
Setidaknya 12 orang tewas dalam serangan itu, yang mendorong seorang komandan Ukraina mengundurkan diri karena banyaknya korban.
Video Penyerangan
Video dan gambar yang belum diverifikasi diunggah di media sosial Rusia.
Rekaman itu memperlihatkan pesawat pengebom strategis Rusia terbakar di pangkalan udara Belaya di wilayah Irkutsk, Siberia.
Igor Kobzev, gubernur daerah tersebut, mengatakan telah terjadi serangan drone terhadap satuan militer di dekat desa Sredny, yang dekat dengan pangkalan Belaya.
Tetapi, ia tidak menyebutkan targetnya. Ia hanya mengatakan drone tersebut diluncurkan dari sebuah truk.
Serangan wilayah Irkutsk adalah pertama kalinya serangan drone yang dilancarkan oleh Ukraina sejauh ini dari garis depan, yang berjarak lebih dari 4.300 kilometer.
Serangan itu berada di luar jangkauan pesawat serang jarak jauh atau rudal balistik yang dimiliki Ukraina dalam gudang senjatanya, sehingga diperlukan skema khusus untuk mendekatkan pesawat serang tersebut dengan targetnya.
Foto-foto yang dibagikan kepada Reuters oleh pejabat keamanan Ukraina menunjukkan puluhan drone quadcopter jarak pendek ditumpuk di sebuah fasilitas industri.
Pejabat itu mengatakan perangkat tersebut sama dengan yang digunakan dalam serangan yang diberi nama operasi "Jaring Laba-laba".
Pangkalan udara wilayah Irkutsk menampung pesawat pengebom strategis jarak jauh supersonik Tupolev Tu-22M, sejenis pesawat yang telah digunakan untuk meluncurkan rudal terhadap sasaran di Ukraina.
Operasi tersebut, menurut pejabat keamanan Ukraina, diawasi secara pribadi oleh Zelensky dan Vasyl Maliuk, kepala badan intelijen domestik SBU.
Jika terkonfirmasi, serangan itu akan menjadi serangan drone Ukraina yang paling merusak selama perang dan akan menjadi kemunduran yang signifikan bagi Moskow.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Rugi Rp114 Triliun, 41 Pesawat Militer Dibabat Ukraina, Diklaim Jadi Serangan Paling Merusak
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.