One Way Kota Gorontalo
Hari Pertama Sistem One Way di Pusat Pertokoan Kota Gorontalo Diuji Coba, Pengendara Masih Bingung
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, Senin (2/6/2025) sebagian besar pengendara masih bingung dengan rute jalan yang bisa dilalui.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/one-way-di-pusat-pertokoan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Setelah Jalan Jenderal Sudirman dan Nani Wartabone, penerapan uji coba sistem jalan satu arah ini kembali dilaksanakan di kawasan Pusat Pertokoan Kota Gorontalo.
Uji coba ini dilakukan sama seperti halnya di Jalan Nani Wartabone dan Jalan Jenderal Soedirman.
Petugas Dinas Perhubungan disiagakan di sejumlah titik vital untuk mengedukasi para pengendara.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan, Senin (2/6/2025) sebagian besar pengendara masih bingung dengan rute jalan yang bisa dilalui.
Baca juga: 125 Jemaah Haji Asal Indonesia Meninggal Dunia di Tanah Suci Mekkah, Rata-rata Para Lansia
Beberapa pengendara khususnya di kawasan simpang empat bahkan dibuat linglung tak tahu akan belok ke arah mana.
Tidak sedikit pengendara juga melakukan protes saat melintas di kawasan tersebut.
Padahal Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo telah memasang sejumlah tanda larangan belok arah.
Selain itu, tak sedikit juga barikade berjejer di badan jalan untuk memudahkan para pengendara.
"Karena ini baru pertama," kata Soesana Potale, Dishub Kota Gorontalo yang menanggapi kebingungan pengendara.
Baca juga: Tebing Rawan Longsor di Jalan Trans Boalemo Mulai Dibangun, Balai Jalan Nasional Turun Tangan
Sebelumnya Kepala Dishub Kota Gorontalo, Hermanto Saleh, menyampaikan bahwa penerapan one way ini merupakan bagian dari rencana strategis pemerintah kota untuk mengurai kemacetan, khususnya di area padat aktivitas seperti kawasan perdagangan.
Ada tiga titik yang menjadi fokus utama penerapan sistem jalan satu arah di Kota Gorontalo yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nani Wartabone, dan kawasan perdagangan.
"Setelah dua titik sebelumnya berjalan dengan baik, kami akan fokus ke kawasan perdagangan," ungkap Hermanto, Senin (5/5/2025).
Hermanto menjelaskan, penerapan sistem satu arah di kawasan perdagangan sejatinya bukan hal baru.
Sistem tersebut sempat berlaku sekitar 16 tahun lalu pada masa pemerintahan Wali Kota Medi Botutihe, namun dihentikan karena berbagai kendala.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pusat Pertokoan Kota Gorontalo Kini Diuji Coba Sistem Jalan Satu Arah
"Wali Kota saat ini ingin agar kawasan perdagangan kembali diberlakukan sistem satu arah, seperti sebelumnya. Tujuannya jelas, agar kemacetan yang sering terjadi di sana bisa diurai," jelasnya.