Berita Internasional
Kevin O'Leary Kecam Kebijakan Trump soal Mahasiswa Internasional di Harvard: Itu Bodoh!
Investor kenamaan sekaligus bintang acara bisnis populer Shark Tank, Kevin O'Leary, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HARVARD-Presiden-Amerika-Donald-Trump-membekukan-penerimaan-mahasiswa-baru.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Investor kenamaan sekaligus bintang acara bisnis populer Shark Tank, Kevin OLeary, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintahan Trump terkait mahasiswa internasional di Universitas Harvard.
Dalam wawancara bersama Fox News pada Jumat, O’Leary menyebut langkah Trump sebagai sesuatu yang "bodoh".
“Harvard memang menerima banyak kritik untuk berbagai hal, tetapi bukan karena mereka menarik kelompok mahasiswa yang luar biasa,” ujar O’Leary saat tampil di acara Outnumbered.
“Anak-anak ini luar biasa, dan kita seharusnya mempertahankan mereka di sini.”
Komentar pedas O’Leary datang menyusul tindakan terbaru Presiden Donald Trump yang meningkatkan tekanan terhadap Harvard dan universitas Ivy League lainnya.
Trump mengusulkan batas maksimal 15 persen untuk mahasiswa asing yang dapat diterima di institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga menebar ancaman dengan menyatakan bahwa seluruh mahasiswa asal Tiongkok bisa kehilangan visa pelajarnya.
Dalam pernyataannya kepada wartawan dari Oval Office pada Rabu lalu, Trump mengatakan, “Banyak dari siswa itu tidak pergi ke mana pun. Banyak dari mereka adalah pembuat onar yang disebabkan oleh orang-orang gila dari sayap kiri radikal di negara ini.”
Namun, Kevin O’Leary, yang juga merupakan rekan eksekutif di Harvard, membantah keras narasi tersebut, meski tanpa menyebut langsung nama sang presiden.
“Mereka tidak ingin meninggalkan Amerika. Mereka tidak membenci Amerika,” ucap O’Leary mengenai para mahasiswa internasional yang ia temui selama mengajar.
“Mereka ingin mendapatkan paspor, tinggal di sini, dan memulai bisnis. Saya pikir saya adalah salah satu suara yang menyuarakan kebenaran soal itu.”
Lebih lanjut, O’Leary menambahkan dengan nada sinis, “Mengapa kita mendatangkan orang-orang paling pintar dan paling cerdas dari seluruh dunia, menghabiskan jutaan dolar untuk mendidik mereka, lalu menendang mereka keluar dari negara ini? Itu tampak bodoh bagi saya.”
Sementara itu, langkah Trump untuk membatasi populasi mahasiswa internasional mendapat pukulan balik.
Seorang hakim federal memutuskan mendukung Harvard dalam gugatan yang diajukan terhadap kebijakan tersebut, memberi Harvard kemenangan hukum signifikan dalam upayanya mempertahankan kebebasan akademik dan inklusivitas.
Kritik O’Leary menyoroti ketegangan yang semakin tinggi antara sektor pendidikan tinggi dan kebijakan imigrasi pemerintah AS, di tengah kekhawatiran bahwa pembatasan seperti ini bisa merusak posisi Amerika sebagai tujuan utama pendidikan global.
(*)
| Fantastis! Amerika Rugi Rp 12 Triliun Hanya dalam 24 Jam Serang Iran, Ini Rincian Biayanya |
|
|---|
| Serangan Udara Hantam Ibu Kota Iran, Amerika Serikat Disebut Turut Terlibat |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Heran Iran tak Juga Menyerah Padahal Diancam |
|
|---|
| Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk |
|
|---|
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|