Berita Populer
GORONTALO TERPOPULER: 2 Ekor Hiu Paus Muncul di Perairan Botubarani- Sosok Rahmanto Idji
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Minggu (25/5/2025).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berita-populer-25-Mei-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Minggu (25/5/2025).
Gorontalo populer ini merupakan berita lokal yang paling banyak dibaca sejak hari Sabtu(24/5) kemarin.
Berita pertama mengenai dua hiu paus muncul di perairan Botubarani pada Sabtu (24/5) kemarin.
Selanjutnya, Sosok Rahmanto Idji 20 tahun mengabdi di Dinas Perhubungan Kota Gorontalo.
Ada pula enam tersangka kasus money politik kabur dari pengawasan Polres Gorontalo Utara.
Baca juga: Aksi Licik 6 Kades Tersangka Kasus Money Politic PSU Gorontalo Utara Melarikan Diri, Kini Masuk DPO
Berikut 3 berita lokal terpopuler yang dirangkum TribunGorontalo.com:
2 Hiu Paus Muncul Hari Ini Sabtu 24 Mei 2025 di Botubarani Gorontalo, Wisatawan Mulai Padati Lokasi
Dua ekor hiu paus kembali muncul di perairan Botubarani, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (24/5/2025).
Kemunculan mamalia laut raksasa ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menyaksikan langsung dari dekat pesona hiu paus di habitat aslinya.
Pengelola Wisata Hiu Paus Botubarani, Salim Latif, menyebut kemunculan hiu paus belakangan ini cukup rutin, meski jumlahnya tidak selalu sama setiap hari.
“Hari ini yang muncul ada dua ekor. Dalam tiga bulan terakhir, ada lima ekor yang sering muncul silih berganti,” kata Salim kepada TribunGorontalo.com.
Meski kemunculan hiu paus tak menentu, Salim memastikan wisatawan tetap berpeluang besar menyaksikannya langsung, terutama pada pagi dan siang hari.
“Kadang muncul lima sekaligus, tapi sering juga hanya dua atau tiga ekor,” jelasnya.
Sejak momen libur Lebaran, jumlah kunjungan wisatawan ke Botubarani terus mengalami peningkatan.
Wisatawan domestik, terutama dari Manado dan sekitarnya, mendominasi jumlah pengunjung.
Sosok Rahmanto Idji 20 Tahun Mengabdi di Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, dari Staf Kini jadi Kabid
Mengabdi sejak tahun 2005, Rahmanto Idji telah menapaki berbagai jabatan di Dinas Perhubungan Kota Gorontalo.
Kini, di usianya yang matang sebagai Aparatur Sipil Negara, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan.
Bagi Rahmanto, bekerja di sektor perhubungan bukan sekadar rutinitas, tapi juga panggilan hati untuk melindungi masyarakat.
Lahir dan besar di Gorontalo, Rahmanto memulai kariernya sebagai staf di Dinas Perhubungan.
Pada 2010, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Keselamatan Lalu Lintas.
Dua tahun kemudian, ia dirotasi menjadi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, mengurus fasilitas penunjang transportasi darat di Kota Serambi Madinah.
“Beberapa tahun terakhir saya menduduki jabatan fungsional sebagai analis ahli muda dan ahli madya,” ujarnya dalam podcast bersama TribunGorontalo.com, Kamis (22/5/2025).
“Lalu pada tahun 2024 kemarin, saya dipercaya menjadi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan," tambahnya.
Rahmanto mengaku filosofi yang ia pegang erat selama bertugas adalah Bersama Selamatkan Anak Bangsa.
Prinsip ini diusung Dishub Kota Gorontalo sejak 2018 dan menjadi pedoman moral setiap kali terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
BACA SELENGKAPNYA
6 Kades Tersangka Kasus Politik Uang PSU Gorontalo Utara Berhasil Kabur! Polres Rilis DPO
Insiden kaburnya enam kepala desa yang sebelumnya ditahan Polres Gorontalo Utara pada Jumat (23/5/2025) menyisakan tanda tanya besar.
Banyak yang penasaran cara para kepala desa ini berhasil lolos dari pengawasan ketat aparat kepolisian hingga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, AKP Muhamad Adrianto, membeberkan kronologi dan cara licik yang digunakan keenam kepala desa tersebut.
Mereka berhasil melarikan diri setelah sempat dilepas dari tahanan karena masa penahanan yang berakhir.
Adrianto menjelaskan, bahwa sebetulnya masa penahanan keenam kepala desa tersebut berakhir pada Kamis (22/5/2025) pukul 21:00 Wita.
Karena itu, pihaknya sebenarnya telah mengambil langkah antisipasi.
"Pada malam setelah dikeluarkan para tersangka dari tahanan, pihak kepolisian menempatkan dua anggota di masing-masing rumah mereka untuk berjaga-jaga," ungkap Adrianto melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/5/2025).
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.