Info Tekno
Donald Trump Ancam Apple, Minta iPhone Dibuat di Amerika atau Kena Tarif 25 Persen
Drama panas antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan raksasa teknologi Apple kembali meletup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/APPLE-DIANCAM-TRUM-Perusahaan-teknologi-Apple.jpg)
Proyek ini mempertegas posisi India sebagai pusat produksi baru bagi Apple.
Namun, langkah ini kini mendapat tekanan serius dari dalam negeri.
Hingga berita ini diturunkan, Apple belum memberikan tanggapan resmi.
Namun tekanan dari Trump menempatkan perusahaan dalam posisi yang serba salah.
Di satu sisi, diversifikasi ke India dinilai strategis untuk mengurangi risiko tarif dan gangguan geopolitik.
Di sisi lain, Apple kini menghadapi tekanan politik yang menginginkan industri teknologi kembali ‘dibumikan’ ke tanah Amerika.
Ketegangan ini bukan hanya soal produksi ponsel. Ini adalah babak baru dalam tarik-menarik antara nasionalisme ekonomi dan globalisasi industri teknologi.
Trump, yang tengah bersiap maju kembali dalam pemilu presiden, tampaknya menjadikan isu ini sebagai amunisi politik, memanfaatkan sentimen proteksionisme yang kembali menguat di kalangan pemilih.
Sementara Apple, sebagai simbol kekuatan inovasi Amerika, kini harus menavigasi jalur sempit antara pasar global yang saling terhubung dan tuntutan domestik yang makin keras.
(*)