Universitas Negeri Gorontalo

Jurusan Kesehatan Masyarakat UNG Inovasikan Makanan Sehat Dipadukan dengan Tradisi Kuliner Daerah

Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Menggelar praktik kuliner bergizi berbasis buday

Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jurusan Kesehatan Masyarakat UNG Inovasikan Makanan Sehat Dipadukan dengan Tradisi Kuliner Daerah
UNG
UNG - Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG Menggelar praktik kuliner bergizi berbasis budaya. Praktik ini menjadi bagian dalam mata kuliah yang mengkolaborasikan antara ilmu gizi dan kearifan lokal. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Menggelar praktik kuliner bergizi berbasis budaya.

Praktik ini merupakan bagian dari mata kuliah yang mengintegrasikan ilmu gizi dan kearifan lokal.

Praktik kuliner bergizi ini sekaligus menjadi wadah mahasiswa untuk berinovasi dalam makanan sehat dan dipadukan dengan tradisi kuliner daerah.

Baca juga: Promo Alfamart dan Indomaret 21 Mei 2025: Ada Aneka Minyak Goreng 2 Liter Seharga Rp30 Ribuan

Sunarto Kadir, dosen pengampuh mata kuliah mengatakan praktik kuliner bergizi berbasis budaya ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi dari mahasiswa untuk mengolah makanan sehat dan masih sesuai dengan tradisi kuliner daerah.

Selain itu, sebagai tenaga kesehatan yang hadir di tengah masyarakat, pastinya mahasiswa harus dibekali dengan pemahaman gizi yang mendalam.

Oleh karena itu, praktik kuliner bergizi ini juga menjadi sarana mahasiswa untuk memperkuat pemahaman gizi yang aplikatif.

Baca juga: Perusahaan Tak Bisa Menahan Ijazah hingga Buku Nikah Milik Pekerja, Ini Aturannya

“Dalam praktik tersebut menjadi wadah mahasiswa belajar mengolah bahan pangan lokal yang kaya nutrisi, dengan resep tradisional yang dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan gizi masa kini,” ungkap Sunarto.

Kata Sunarto dengan adanya praktik ini dapat memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa untuk menghubungkan antara teori kesehatan masyarakat dengan kuliner tradisi.

Lanjut kata Sunarto, hal ini sangat penting karena nantinya gizi yang diaplikasikan ke dalam makanan ini dapat dikembangkan lebih efektf dan mudah  diterapkan di masyarakat.

Baca juga: Imbas Isu Perilisan iPhone 17 Air, Harga HP iPhone 14 Malah Anjlok Rp6 Jutaan

“Praktik kuliner ini memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa menjaga pola makan sehat tidak harus meninggalkan identitas budaya, melainkan dapat berakar pada tradisi yang sudah ada,” terangnya.

Sunarto berharap dari praktik bergizi berbasis budaya ini menjadi bekal buat mahasiswa untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara inovatif dan konstektual setelah memasuki dunia kerja.

Dengan praktik ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi inspirasi dalam pengembangan program gizi dan kesehatan masyarakat yang menghargai kearifan lokal di masa depan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved