Sabtu, 21 Maret 2026

Berita Haji Gorontalo

393 Calon Jemaah Haji Gorontalo Kloter 30 Mulai Masuk Asrama, Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas

393 CJH ini berasal dari Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo dari kehadiran para lansia dan penyandang disabilitas di antara jemaah haji.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 393 Calon Jemaah Haji Gorontalo Kloter 30 Mulai Masuk Asrama, Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
CALON JAMAAH HAJI : CJH Disabilitas Nurma Haji Ali (72) saat memasuki embarkasi haji Gorontalo dengan balutan hijab berwarna putih dan syal berwarna orange menutupi bagian kepalanya, Rabu (21/5/2025). 393 Calon Jamaah Haji Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo Masuki Asrama. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO -- Calon Jemaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 30 pagi ini tiba di Asrama Haji Gorontalo, Rabu (21/5/2025). 

Sebanyak 393 CJH ini berasal dari Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Momen ini dirasa istimewa karena kehadiran para lansia dan penyandang disabilitas di antara jemaah haji

Ada 103 jemaah lansia, termasuk Maryam Pou, jemaah tertua berusia 85 tahun asal Bone Bolango dengan mata berbinar menyampaikan rasa syukur bisa berangkat haji di usia senjanya.

Baca juga: Tanpa Pacaran dan Nekat Nikah Usia 20 Tahun, Beginilah Kisah Cinta Najwa Shihab dan Ibrahim Assegaf

"Alhamdulillah," ujarnya kepada TribunGorontalo.com.

JAMAAH HAJI TERTUA - Maryam Pou (85) saat ditemui TribunGorontalo, Jumat (16/5/2025). Maryam terlihat bugar menjelang hari keberangkatan ke Tanah Suci meski sudah lansia berumur 85 tahun.
JAMAAH HAJI TERTUA - Maryam Pou (85) saat ditemui TribunGorontalo, Jumat (16/5/2025). Maryam terlihat bugar menjelang hari keberangkatan ke Tanah Suci meski sudah lansia berumur 85 tahun. (TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Di sisi lain, semangat muda terpancar dari Raya Rizali Mutawakkil Mantau, jemaah termuda berusia 19 tahun dari Kabupaten Gorontalo

Dan tak kalah menyentuh, hadir pula Nurma Haji Ali, penyandang disabilitas tuna netra berusia 72 tahun.

Nurma datang dengan menggunakan kursi roda untuk membantunya menjalani kegiatannya.

Baca juga: Dari Gorontalo ke Tanah Suci: Inilah Kisah Halim Umar Tukang Bantal Rumahan Sukses Naik Haji

Didampingi oleh petugas, Nurma tampak tegar dan siap menunaikan rukun Islam kelima meski dengan keterbatasan fisik.

Kloter 30 ini terdiri dari 387 jemaah reguler, didampingi 1 ketua kloter, 1 pembimbing ibadah, 2 tenaga kesehatan haji (TKH), dan 2 petugas haji daerah (PHD/KBIHU). 

Prosesi ini menjadi lanjutan setelah sebelumnya memberangkatian Kloter 28 Kota Gorontalo

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi, H. M. Muflih B. Fattah, menjelaskan pemberangkatan kloter ini menjadi ajang evaluasi dan peningkatan pelayanan.

“Kesuksesan pemberangkatan Kloter 28 kemarin menjadi tolok ukur bagi kami," ujar Muflih. 

Baca juga: Jurusan Kesehatan Masyarakat UNG Inovasikan Makanan Sehat Dipadukan dengan Tradisi Kuliner Daerah

Menurutnya dalam kegiatan mempersiapkan jemaah haji ini masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan. 

Namun, Muflih berharap seluruh layanan pada Kloter 30 mulai dari penerimaan hingga pemberangkatan dapat berjalan lebih baik dan lebih ramah terhadap kebutuhan lansia maupun penyandang disabilitas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved