Jumat, 13 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Musrenbang Regional Sulawesi 2025 Digelar di Gorontalo, Fokus Sinergi Antarwilaya

Upaya untuk semakin memperkuat sinergitas pembangunan antarwilayah di seluruh Pulau Sulawesi kembali menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan Musyawa

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Musrenbang Regional Sulawesi 2025 Digelar di Gorontalo, Fokus Sinergi Antarwilaya
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
MUSRENBANG : Jajaran Pemda Gorontalo dan Pemda Se-Sulawesi pada Pelaksanaan Musrembang Regional Sulawesi, Senin (19/5/2025).FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Upaya untuk semakin memperkuat sinergitas pembangunan antarwilayah di seluruh Pulau Sulawesi kembali menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Sulawesi tahun 2025.

Acara penting ini digelar di Hotel Aston Gorontalo pada Senin (19/5/2025).

Kegiatan strategis ini mengusung tema sentral: “Melalui Musrenbang Sulawesi Kita Wujudkan Sinergitas Tematik dan Konektivitas Antarwilayah Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkelanjutan.”

Pelaksanaan Musrenbang Regional Sulawesi ini juga dirangkaikan secara bersamaan dengan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo Tahun 2025–2029.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam sambutannya di acara pembukaan menyampaikan betapa krusialnya mempererat kerja sama regional di seluruh kawasan Sulawesi.

Ia mengidentifikasi dua institusi utama yang memegang peranan sangat penting dalam pengembangan wilayah di pulau ini.

“Pertama, kita perlu memperkuat Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) sebagai wadah koordinasi internal antarprovinsi di Sulawesi. Kedua, peran vital Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus lebih dimaksimalkan,” tegas Gusnar.

Gubernur Gusnar berharap agar Kemendagri dapat membentuk satuan kerja (satker) khusus yang secara fokus menangani koordinasi lanjutan dari hasil Musrenbang ini.

Koordinasi ini diharapkan mencakup berbagai aspek, termasuk penyerahan piagam perencanaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi kinerja pembangunan di tingkat daerah.

Lebih lanjut, Gusnar Ismail menyoroti salah satu kelemahan yang masih menghantui upaya pembangunan di Sulawesi, yaitu belum adanya kesamaan langkah dan visi antarwilayah.

“Masih jalan sendiri-sendiri, karena setiap wilayah memiliki karakter dan potensi yang berbeda-beda,” ujarnya.

Oleh karena itu, Gusnar menekankan perlunya pendekatan pembangunan yang lebih tematik dan saling terhubung antar wilayah, sehingga potensi masing-masing daerah dapat saling melengkapi dan memperkuat.

Selain mendorong implementasi program pembangunan di tingkat provinsi dan regional, Gubernur Gusnar juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program prioritas nasional, salah satunya adalah program makan bergizi gratis (MBG).

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Restuardy Daud, turut hadir secara langsung dalam acara Musrenbang tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan data terkini yang menggambarkan kondisi ekonomi di seluruh wilayah Sulawesi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved