Berita Nasional
Ketum Kadin Anindya Bakrie Sebut Kasus di PT CAA Bukan Premanisme
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, komentari kasus dugaan pemerasan proyek PT Chandra Asri Alkali (CAA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KADIN-TERKAIT-KASUS-PREMANISME-Anindya-Novyan-Bakrie.jpg)
Ia pun katanya, telah menonaktifkan kedua pengurus Kadin Cilegon sebagai bentuk pembelajaran bagi seluruh anggota.
Namun, ia menekankan bahwa insiden di Cilegon tidak bisa disamakan dengan tindakan premanisme yang kerap dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) terhadap proyek-proyek industri.
"Kami mengingatkan agar faktor yang menjadi pemicu aksi yang tak menyenangkan harus diperhatikan oleh semua pelaku usaha dan penyelenggara negara," katanya.
Ia menegaskan, bahwa Kadin sebagai mitra pemerintah menolak dan mengutuk segala bentuk intimidasi dan kekerasan, tapi faktor pemicu perlu pula diperhatikan.
Anindya mengisyaratkan adanya kekecewaan atau ketidaksesuaian yang dirasakan pengusaha lokal sehingga memicu tindakan tersebut.
Pernyataan Anindya ini tentu akan menambah panasnya polemik seputar kasus pemerasan proyek raksasa di Cilegon dan berpotensi menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. (*)