Berita Viral
Sekolah di Jawa Barat Bakal Adakan Jam Malam, Gubernur: Demi Berantas Premanisme
Terobosan baru dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi demi menertibkan remaja di wilayahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sekolah-malam.jpg)
Usulan Gibran itu ia ucapkan ketika mengunjungi Provinsi Sumatera Utara dan mendengarkan curhat dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution soal banyaknya penyalahgunaan narkoba di daerahnya.
"Yang di Sumatera Utara kami masih jadi pemenangnya Pak Wapres, dalam beberapa tahun ini sampai dengan kalau nggak salah saya di tahun 2024 dan 2025 ini masih jadi pemenangnya, kami masih jadi provinsi nomor satu dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia Pak Wapres," kata Bobby dikutip dari Kompas TV, Jumat (16/5/2025).
Bobby pun mengaku hal ini jadi tantangan dirinya untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.
Baca juga: Meski Berusia 107 Tahun, Sutiah Sunyoto Tetap Kuat Menjalani Ibadah Haji 2025
"Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mencapai Indonesia emas 2045. Kami ingin Indonesia emas yang selalu kita kumandangkan, Sumut jadi bagian penyumbang emas, bapak Wapres," ungkapnya.
Menanggapi curhatan Bobby, Wapres Gibran menyarankan agar Pemprov Sumut bisa menggandeng pondok pesantren di bawah naungan PUI dalam upaya pembinaan anak-anak muda.
Gibran bahkan menyinggung program Dedi Mulyadi yang memasukkan anak ke barak militer.
"Tadi Pak Gubernur mengeluh masalah narkoba, ini PUI bisa digandeng ini Pak Gubernur," kata Gibran.
Ia menyarankan anak-anak nakal itu dikirim ke pondok pesantren.
Baca juga: 28 Ekor Sapi di Gorontalo Terpapar PMK dan Brucellosis, Tak Bisa Dikirim ke Kalimantan
"Mungkin ada Gubernur Jawa Barat yang ngirim anak-anak bandel ke Barak, ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantrennya PUI mungkin," ujarnya disambut riuh para hadirin. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com