Berita Viral
Sekolah di Jawa Barat Bakal Adakan Jam Malam, Gubernur: Demi Berantas Premanisme
Terobosan baru dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi demi menertibkan remaja di wilayahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sekolah-malam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Terobosan baru dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi demi menertibkan remaja di wilayahnya.
Setelah memasukkan anak nakal ke barak militer, kini rencananya sekolah akan diadakan jam malam.
Dilansir dari Tribun-Medan, Dikatakan Dedi Mulyadi, hal ini demi menghindari banyaknya godaan yang bisa saja terjadi saat malam.
"Jam tertentu mungkin saya akan berlakukan. Pada hari belajar, tidak boleh lagi nongkrong di atas jam 8 (malam) misalnya, karena kan mereka harus di rumah, di luar godaannya terlalu banyak," ujar Dedi, Sabtu (17/5/2025).
Wacana ini muncul setelah Pemprov Jabar meneken kerja sama dengan Polda Jabar dan Polda Metro untuk memberantas premanisme dan meningkatkan keamanan masyarakat.
Baca juga: Cek Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama di Juni 2025, Ada 12 Tanggal Merah
Orang nomor satu di Jabar itu menambahkan, kerja sama yang dilakukan Pemprov Jabar dengan Polri diharapkan dapat menjadikan anak-anak di Jabar tertib dan disiplin dalam berlalu lintas.
Termasuk dari berbagai kenakalan remaja yang kerap terjadi.
"Narkoba, obat terlarang, minuman oplosan yang tersebar di mana-mana dan pengetatan pengawasan anak sekolah," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menggandeng Polda Jabar dan Polda Metro untuk memberantas preman yang meresahkan warga dan mengganggu investasi.
Baca juga: Tukang Pentol Naik Haji, Pasutri di Ngawi ke Tanah Suci dari Hasil Jualannya Selama 21 Tahun
Sebagai bentuk keseriusan memberantas premanisme, Dedi Mulyadi membuat memorandum of understanding (MoU) bersama Kapolda Jabar, Kapolda Metro, Wali Kota/Bupati dan Kapolres se-Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (16/5/2025).
MoU atau perjanjian itu menyangkut berbagai hal. Mulai dari peningkatan keamanan di seluruh wilayah Jawa Barat hingga mendorong pertumbuhan iklim investasi yang kondusif.
"Kemudian melahirkan banyak tenaga kerja dan didalamnya ada upaya yang dilakukan, memperkuat basic keamanan tiap kawasan dan zona industri dan menumbuhkan iklim ekonomi yang kondusif, melindungi UMKM," katanya.
"Ada ketentraman di pasar dan berbagai tempat lainnya," ujar Dedi
Beda dengan Dedi Mulyadi, Wapres Gibran Usul Anak Nakal Masuk Pesantren
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat ajukan usul anak nakal dikirim ke pesantren, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru tertawa temukan anak kabur dari pondok.
Baca juga: Turun Serentak, Cek Update Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini Minggu 18 Mei 2025
Usulan Gibran itu ia ucapkan ketika mengunjungi Provinsi Sumatera Utara dan mendengarkan curhat dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution soal banyaknya penyalahgunaan narkoba di daerahnya.
"Yang di Sumatera Utara kami masih jadi pemenangnya Pak Wapres, dalam beberapa tahun ini sampai dengan kalau nggak salah saya di tahun 2024 dan 2025 ini masih jadi pemenangnya, kami masih jadi provinsi nomor satu dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia Pak Wapres," kata Bobby dikutip dari Kompas TV, Jumat (16/5/2025).
Bobby pun mengaku hal ini jadi tantangan dirinya untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.
Baca juga: Meski Berusia 107 Tahun, Sutiah Sunyoto Tetap Kuat Menjalani Ibadah Haji 2025
"Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mencapai Indonesia emas 2045. Kami ingin Indonesia emas yang selalu kita kumandangkan, Sumut jadi bagian penyumbang emas, bapak Wapres," ungkapnya.
Menanggapi curhatan Bobby, Wapres Gibran menyarankan agar Pemprov Sumut bisa menggandeng pondok pesantren di bawah naungan PUI dalam upaya pembinaan anak-anak muda.
Gibran bahkan menyinggung program Dedi Mulyadi yang memasukkan anak ke barak militer.
"Tadi Pak Gubernur mengeluh masalah narkoba, ini PUI bisa digandeng ini Pak Gubernur," kata Gibran.
Ia menyarankan anak-anak nakal itu dikirim ke pondok pesantren.
Baca juga: 28 Ekor Sapi di Gorontalo Terpapar PMK dan Brucellosis, Tak Bisa Dikirim ke Kalimantan
"Mungkin ada Gubernur Jawa Barat yang ngirim anak-anak bandel ke Barak, ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantrennya PUI mungkin," ujarnya disambut riuh para hadirin. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.