Selasa, 10 Maret 2026

Dunia Kampus

26 Mahasiswa IAIN Gorontalo 'Kuliah' di Kantor TribunGorontalo.com, Belajar dari Praktisi

Sebanyak 33 mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo 'kuliah' di kantor TribunGorontalo.com.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 26 Mahasiswa IAIN Gorontalo 'Kuliah' di Kantor TribunGorontalo.com, Belajar dari Praktisi
Inayah Nuraulia Mokodongan/ Peserta Magang Universitas Negeri Gorontalo
KUNJUNGAN MAHASISWA -- Foto bersama mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo dan Tim TribunGorontalo.com, Jumat (16/5/2025). Sebanyak 26 mahasiswa sharing pemberitaan di TribunGorontalo.com. 

Di sisi lain, TribunGorontalo.com disebut menerapkan konsep 3W+4B.

3W (Where, What, When) ditambah 4 B (Benefit) yakni Intelectual Benefit, Emosional Benefit, Practical Benefit, dan Spritual Benefit.

"Tribun menjunjung manfaat dari pemberitaan. Walaupun 5W1H lengkap, kalau tidak ada benefitnya bagi masyarakat, untuk apa?" bebernya.

Wartawan TribunGorontalo.com dipacu untuk mencari isu bukan menunggu peristiwa.

"Setiap hari itu mereka wajib proyeksi liputan dan dikirim sebelum jam 9 pagi. Redaktur juga memberi penugasan khusus. Tidak ada proyeksi maka berita tidak akan dimuat," ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga bertanya apakah kode etik itu masih relevan di era sekarang.

Fajri menjawab, kode etik semata-mata untuk menjaga profesionalitas wartawan.

"Kode etik itu membuat wartawan tetap bersikap profesional dalam bekerja. Terutama kondisi sekarang yang membuat banyak orang tergoda konten viral daripada keakuratan," ujar Fajri.

"Jadi kode etik menjaga kita tetap berada di rel," sebutnya.

Fajri menambahkan, semakin banyaknya konten kreator menjadi tantangan tersendiri bagi media pers. 

Pasalnya, pers diawasi ketat oleh Undang-Undang, sementara para konten kreator belum memiliki landasan hukum yang jelas soal penyebaran informasi.

"Seringnya konten kreator lebih mengejar kontennya ramai dan viral. Sementara kita tidak bisa seperti itu. Wartawan wajib verifikasi setiap kejadian," jelasnya.

Bagi Fajri, etika jurnalistik harus senantiasa hidup meskipun banyak media pers yang tak jarang mematikannya.

"Kita akan selalu waras meski di tengah-tengah pemabuk," tukasnya.

Tantangan media dewasa ini, lanjut dia, adalah tetap disiplin mencari informasi yang akurat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved