Tribun Podcast
Kisah Perjuangan Irwan Hunawa, Ketua DPRD Kota Gorontalo: Dulu Pernah Makan Batang Pisang
Dalam podcast ekslusif bersama Redaktur TribunGorontalo.com, Wawan Akuba, Irwan sedikit menceritakan kisah hidupnya yang jarang diketahui publik.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
Irwan juga saat masih kecil sulit mengakses pendidikan.
Hal itu dikarenakan sekolah pada masa itu harus bayar.
Namun, dengan ketekunan hati, Irwan tetap berusaha untuk bersekolah.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Jadwal pengangkutan Koper Jemaah Haji - 7 Ruas Jalan Diperbaiki
“Dulu sekolah itu bayar. Dari SD sampai SMA, saya harus berjuang agar tetap bisa sekolah. Kalau hari ini anak-anak sekolah gratis, semua difasilitasi pemerintah. Tapi zaman saya, daftar sekolah saja susah,” katanya.
Namun, di tengah kekurangan itu, Irwan menolak untuk menyerah.
Dia yakin perjuangan itu kelak bisa membawa dia pada kesuksesan.
Ia meyakini bahwa hidup adalah perjuangan dan proses yang tak pernah mengkhianati hasil.
“Kalau mau sukses, hanya ada dua kunci: kerja keras dan doa. Jangan cari kambing hitam, jangan menyalahkan orang lain,” tegasnya.
Baca juga: Stadion Pemuda di Tilamuta Gorontalo Bakal Dipugar, Pemkab Boalemo Siapkan Anggaran Rp1 M
Dalam podcast bertema “Apa Sih Kerjaan DPRD? Ngobrol dengan Ketua Dewan”, Irwan juga menyampaikan pengalaman hidupnya itu bisa memberikan pelajaran yang sangat berarti baginya.
Karakter Irwan pun terbentuk dan prinsip hidupnya hari ini sebagai pemimpin.
“Hidup harus dibenturkan supaya terbentuk. Kalau tidak pernah dibentur, tidak akan pernah tahu bagaimana kerasnya hidup. Dan hanya ikan mati yang ikut arus. Kalau kita hidup, harus melawan arus,” kata Irwan.
Pesan utama dari cerita hidup Irwan Hunawa adalah bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.
Baca juga: Kabar Baik untuk Warga Boalemo Gorontalo! 7 Ruas Jalan Paguyaman - Tabulo Mulai Diperbaiki
Dari seorang anak yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, ia kini dipercaya memimpin lembaga legislatif di Kota Gorontalo.
“Setiap masa ada orangnya, setiap fase ada perjuangannya. Jangan menyerah. Kita gagal tujuh kali, bangkit delapan kali,” pungkasnya. (*)
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)