Minggu, 15 Maret 2026

Tribun Podcast

Kisah Perjuangan Irwan Hunawa, Ketua DPRD Kota Gorontalo: Dulu Pernah Makan Batang Pisang

Dalam podcast ekslusif bersama Redaktur TribunGorontalo.com, Wawan Akuba, Irwan sedikit menceritakan kisah hidupnya yang jarang diketahui publik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dibalik sosok Irwan Hunawa, Ketua DPRD Kota Gorontalo ternyata tersimpan kisah inspiratif.

Dalam podcast ekslusif bersama Redaktur TribunGorontalo.com, Wawan Akuba, Irwan sedikit menceritakan kisah hidupnya yang jarang diketahui publik.

Kata Irwan, dirinya sudah penuh perjuangan sejak kecil.

Hidup di tengah serba keterbatasan dan kekurangan tak menjadikannya menyerah.

Baca juga: Punya Layar AMOLED dan Ruang Penyimpanan Besar, Berikut Harga HP Oppo A3i Plus Lengkap Spesifikasi

"Saya ini bukan siapa-siapa, saya lahir dan besar dari keluarga miskin," ujarnya pada Rabu (14/5/2025) pagi.

Irwan mengaku sejak kecil dirinya dipenuhi masa-masa sulit.

Hal itu dimulai sejak dirinya kehilangan sosok ayah.

Ayahnya meninggal tepat di saat dia masih berusia dua bulan.

Baca juga: Janji Kawal Nasib Penambang Rakyat, DPRD Provinsi Gorontalo Bentuk Pansus Pertambangan

Irwan bersama keenam orang kakaknya pun dibesarkan sendirian oleh sang ibu.

Yap Irwan anak paling bungsu dari tujuh bersaudara.

"Ibu saya sudah tidak menikah lagi, dia membesarkan tujuh orang anaknya seorang diri," ungkapnya.

Selain itu kata Irwan, makan yang dalam sehari bisa tiga kali, tapi Irwan kecil berbeda.

Dirinya bisa makan sekali dalam tiga hari.

Baca juga: Diklaim Punya Spek Gaming Paling Gahar, Begini Harga HP Realme 14 5G di Indonesia Pada Mei 2025

Dalam keterbatasan itu, batang pisanglah menjadi makanan alternatif karena tak mampu membeli beras.

“Saya pernah merasakan makan batang pisang, loh. Itu bukan cerita simbolik, tapi kenyataan,” ujarnya.

Irwan juga saat masih kecil sulit mengakses pendidikan.

Hal itu dikarenakan sekolah pada masa itu harus bayar.

Namun, dengan ketekunan hati, Irwan tetap berusaha untuk bersekolah.

Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Jadwal pengangkutan Koper Jemaah Haji - 7 Ruas Jalan Diperbaiki

‎“Dulu sekolah itu bayar. Dari SD sampai SMA, saya harus berjuang agar tetap bisa sekolah. Kalau hari ini anak-anak sekolah gratis, semua difasilitasi pemerintah. Tapi zaman saya, daftar sekolah saja susah,” katanya.

Namun, di tengah kekurangan itu, Irwan menolak untuk menyerah.

Dia yakin perjuangan itu kelak bisa membawa dia pada kesuksesan.

Ia meyakini bahwa hidup adalah perjuangan dan proses yang tak pernah mengkhianati hasil.

‎“Kalau mau sukses, hanya ada dua kunci: kerja keras dan doa. Jangan cari kambing hitam, jangan menyalahkan orang lain,” tegasnya.

Baca juga: Stadion Pemuda di Tilamuta Gorontalo Bakal Dipugar, Pemkab Boalemo Siapkan Anggaran Rp1 M

Dalam podcast bertema “Apa Sih Kerjaan DPRD? Ngobrol dengan Ketua Dewan”, Irwan juga menyampaikan pengalaman hidupnya itu bisa memberikan pelajaran yang sangat berarti baginya.

Karakter Irwan pun terbentuk dan prinsip hidupnya hari ini sebagai pemimpin.

‎“Hidup harus dibenturkan supaya terbentuk. Kalau tidak pernah dibentur, tidak akan pernah tahu bagaimana kerasnya hidup. Dan hanya ikan mati yang ikut arus. Kalau kita hidup, harus melawan arus,” kata Irwan.

‎Pesan utama dari cerita hidup Irwan Hunawa adalah bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.

Baca juga: Kabar Baik untuk Warga Boalemo Gorontalo! 7 Ruas Jalan Paguyaman - Tabulo Mulai Diperbaiki

‎Dari seorang anak yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, ia kini dipercaya memimpin lembaga legislatif di Kota Gorontalo.

‎“Setiap masa ada orangnya, setiap fase ada perjuangannya. Jangan menyerah. Kita gagal tujuh kali, bangkit delapan kali,” pungkasnya. (*)

 

(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved