Rabu, 18 Maret 2026

Pemusnahan Amunisi di Garut

Tewas saat Pemusnahan Amunisi TNI di Garut, Pratu Afrio Ternyata Punya Niat Menikah Bulan Depan

Pratu Afrio padahal sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan bersama kekasihnya. Pernikahan mereka akan berlangsung pada bulan depan.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Tewas saat Pemusnahan Amunisi TNI di Garut, Pratu Afrio Ternyata Punya Niat Menikah Bulan Depan
kolase istimewa
KORBAN LEDAKAN - Pratu Afrio Setiawan korban tewas dalam ledakan pemusnahan amunisi di kawasan pantai Cibalong, Garut, Jawa Barat pada Senin (12/5/2025). Pratu Afrio bakal menikah dengan sang kekasih di bulan depan, namun dia menjadi salah satu korban tewas dalam pemusnahan amunisi di Garut 

Dia mengunggah persiapan pemusnahan amunisi.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Kupang - Makassar Mei 2025: Masih Ada KM Bukit Siguntang, KM Wilis, dan KM Tidar

Tampak sejumlah anggota TNI memakai sarung tangan putih dengan baju dan celana panjang menyusun amunisi di lubang.

Saat ledakan, terlihat semua anggota berlindung di bawah sebuah papan.

Tak ada tulisan keterangan yang ditulis Rio.

Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi menerangkan giat pemusnahan dilakukan karena amunisi telah kedaluwarsa atau tidak layak pakai.

Menurutnya pemusnahan amunisi rutin dilakukan dalam satuan TNI AD.

"Telah terjadi musibah di lokasi ledakan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia saat kegiatan pemusnahaan amunisi tidak layak pakai inventaris TNI AD dari Gupusmu III Puspalad tahun 2025," jelasnya.

Ia mengatakan amunisi yang dimusnahkan berupa granat dan mortir.

Dua barang itu belum sempat dipakai, tapi sudah lewat masa pakainya.

Kata Kristomei, warga sekitar biasa mengumpulkan puing bekas ledakan.

Baca juga: Lisa Mariana Pernah Sebut Revelino Sebagai Ayah Biologis Anaknya Kini Klaim: Hanya Bercanda

Mereka mengumpulkan serpihan logam, tembaga atau sisa material bekas amunisi.

Namun hari itu menjadi petaka karena ada amunisi aktif yang belum meledak.

"Masyarakat datang untuk ambil sisa-sisa ledakan tadi, apakah serpihan-serpihan logamnya yang dikumpulkan, kemudian tembaga, atau besi, yang memang bekas dari granat, mortir, itu yang biasanya masyarakat ambil logam tersebut," katanya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved