Kamis, 19 Maret 2026

Pemusnahan Amunisi di Garut

Tewas saat Pemusnahan Amunisi TNI di Garut, Pratu Afrio Ternyata Punya Niat Menikah Bulan Depan

Pratu Afrio padahal sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan bersama kekasihnya. Pernikahan mereka akan berlangsung pada bulan depan.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Tewas saat Pemusnahan Amunisi TNI di Garut, Pratu Afrio Ternyata Punya Niat Menikah Bulan Depan
kolase istimewa
KORBAN LEDAKAN - Pratu Afrio Setiawan korban tewas dalam ledakan pemusnahan amunisi di kawasan pantai Cibalong, Garut, Jawa Barat pada Senin (12/5/2025). Pratu Afrio bakal menikah dengan sang kekasih di bulan depan, namun dia menjadi salah satu korban tewas dalam pemusnahan amunisi di Garut 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemusnahan amunisi TNI di Garut menyisakkan luka yang mendalam.

Pasalnya, dari ledakan tersebut ada 13 orang yang menjadi korban dalam insiden itu.

Termasuk Pratu Afrio Setiawan, salah seorang TNI yang turut dalam aksi ledakan tersebut.

Dilansir dari TribunMedan.com, Pratu Afrio padahal sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan bersama kekasihnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ribuan Penambang Suwawa Gorontalo Turun Demo, Bawa 7 Tuntutan di 6 Lokasi

Pernikahan mereka akan berlangsung pada bulan depan.

Hal ini diungkap sang ayah Edy Hariawan kepada Tribun Manado di rumah duka di Desa Mopuya Utara Satu, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

"Iya sebelum insiden ini, almarhum sudah mengutarakan niatnya untuk menikah nanti bulan Juni 2025," ucap Edy lsaat ditemui di rumah duka di Kecamatan Dumoga Utara, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (13/5/2025).

Edy Hariawan mengatakan bahwa hal ini diungkapkan Pratu Afrio Setiawan sudah sejak sebulan lalu.

Baca juga: Drama Korea DOTS Bakal Diremake Jadi Film Indonesia, Kira-kira Artis Siapa Jadi Pemeran Utamanya

"Bulan lalu keinginan almarhum diungkapkan sama saya dan ibunya dan kami juga sudah bersiap untuk bulan 6 nanti," ucapnya.

Sang ayah menuturkan bahwa pacar Pratu Afrio Setiawan berasal dari Kalimantan.

"Pacarnya dari Kalimantan dan saat ini dari informasi sudah dalam penerbangan untuk hadir dalam pemakaman Pratu Afrio Setiawan," ucapnya.

Selain itu, Edy Hariawan mengatakan bahwa putranya terakhir pulang tiga tahun lalu.

"Terakhir pulang 3 tahun lalu setelah tugas, baru-baru ini pernah lepas dinas tapi dia ke Kalimantan untuk menemui pacarnya," terangnya.

Pratu Afrio Setiawan, lanjut Edy, memang tidak banyak waktu untuk pulang karena kesibukannya sebagai prajurit. 

Baca juga: Potongan Tubuh dan Kulit Manusia Berjatuhan Saat Amunisi TNI Meledak, Ini Kesaksian Korban Selamat

Tiga tahun lalu adalah kali terakhir ia pulang ke kampung halaman.

Bahkan saat baru-baru ini mendapatkan waktu lepas dinas, ia justru memilih terbang ke Kalimantan untuk bertemu kekasihnya.

"Iya saat ke Kalimantan itu dia bilangnya bulan Juni mau lamaran, karena itu pilihannya kami keluarga iya iya saja," sambungnya.

Kisah perjuangan Afrio meniti jalan sebagai prajurit pun penuh tantangan.

Edy mengungkapkan bahwa anaknya sempat gagal dalam tes pertama masuk TNI.

"Anak saya ini saat ikut tes tentara pertama tidak lulus, dia lulus nanti ikut tes ke dua," jelas Edy, mengenang semangat putranya yang pantang menyerah.

Pratu Afrio Setiawan adalah anak pertama dari dua bersaudara. 

Baca juga: Gelar Pemilihan Ketum, Siapa Nakhoda Baru PSI: Kaesang atau Jokowi?

Adapun jenazah Pratu Afrio Setiawan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mopuya Utara, Kecamatan Dumoga Utara.

Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepulangan sang prajurit ke tanah kelahiran, Totabuan Bolaang Mongondow. 

Curhat Sang Kekasih

Pilu pacar Pratu Aprio, tunggu kabar sang kekasih yang tewas saat ledakan di Garut.

Diketahui kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025) memakan korban.

Sebanyak 13 orang di antaranya 4 orang dari TNI dan 9 orang warga sipil tewas dalam kegiatan ini termasuk Pratu Aprio Setiawan.

Pratu Aprio Setiawan merupakan Anggota Gudang Pusmun III Pusat Peralatan TNI AD.

Ia turut menjadi korban tewas dalam ledakan amunisi tersebut.

Baca juga: Kabar Baik Gaji TNI Mulai 1 Juni 2025 Bakal Naik, Cek Rincian yang Didapat Tamtama hingga Jenderal

Kepergian untuk selama-lamanya Afrio Setiawan turut disesali oleh sang pacar bernama Dita.

Dita mengungkap kebersamaan dan sisi lain yang biasa dilakukan dengan Pratu Aprio Setiawan.

Bahkan sampai tengah malam, Dita tak bisa tidur karena menunggu kepastian dari Aprio atau Rio.

Dia tanpa henti mencari keberadaan Rio yang tak kunjung memberinya kabar.

"Sayang udah jam 01.08 ini kok belum ada kabar," tulisnya dengan emot ikon menangis.

Ia bercerita biasanya mereka selalu berkomunikasi lewat video call hingga tertidur.

"Biasanya km vc smpai sama” tidur. Ini gak bisa tidur sayang," tulisnya.

Dita juga memposting foto berdua Rio di akun TikToknya.

Baca juga: Antam Kembali Anjlok, Cek Update Harga Emas Hari Ini Rabu 14 Mei 2025

"Sayang kangen bangat," tulisnya.

Seperti diketahui, Pratu Afrio Setiawan merupakan anggota TNI yang berasal dari Desa Mopuya Satu, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

"Beliau memang warga saya," kata Kepala Desa Mopuya Satu, Susanto.

Dilihat dari akun Facebooknya, Afrio merupakan lulusan SMK Negeri 1 Mopuya.

Jenazah Rio tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Selasa (13/5/2025) pagi.

Kata Susanto, Rio akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Mongkonai, Kota Kotamobagu.

"Informasi akan dikebumikan di TMP Mongkonai," terang Susanto.

Pada 12 Mei 2025, Pratu Afrio Setiawan juga sempat memposting video.

Dia mengunggah persiapan pemusnahan amunisi.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Kupang - Makassar Mei 2025: Masih Ada KM Bukit Siguntang, KM Wilis, dan KM Tidar

Tampak sejumlah anggota TNI memakai sarung tangan putih dengan baju dan celana panjang menyusun amunisi di lubang.

Saat ledakan, terlihat semua anggota berlindung di bawah sebuah papan.

Tak ada tulisan keterangan yang ditulis Rio.

Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi menerangkan giat pemusnahan dilakukan karena amunisi telah kedaluwarsa atau tidak layak pakai.

Menurutnya pemusnahan amunisi rutin dilakukan dalam satuan TNI AD.

"Telah terjadi musibah di lokasi ledakan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia saat kegiatan pemusnahaan amunisi tidak layak pakai inventaris TNI AD dari Gupusmu III Puspalad tahun 2025," jelasnya.

Ia mengatakan amunisi yang dimusnahkan berupa granat dan mortir.

Dua barang itu belum sempat dipakai, tapi sudah lewat masa pakainya.

Kata Kristomei, warga sekitar biasa mengumpulkan puing bekas ledakan.

Baca juga: Lisa Mariana Pernah Sebut Revelino Sebagai Ayah Biologis Anaknya Kini Klaim: Hanya Bercanda

Mereka mengumpulkan serpihan logam, tembaga atau sisa material bekas amunisi.

Namun hari itu menjadi petaka karena ada amunisi aktif yang belum meledak.

"Masyarakat datang untuk ambil sisa-sisa ledakan tadi, apakah serpihan-serpihan logamnya yang dikumpulkan, kemudian tembaga, atau besi, yang memang bekas dari granat, mortir, itu yang biasanya masyarakat ambil logam tersebut," katanya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved