Pemusnahan Amunisi di Garut
Ledakan Dahsyat di Garut Tewaskan 13 Orang: Ini 8 Fakta Versi TNI
Ledakan hebat mengguncang Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi, 12 Mei 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMUSNAHAN-AMUNISI-Kepala-Pusat-Penerangan-Kapuspen-TNI-Brigjen-Kristomei-Sianturi.jpg)
12. Rustiawan
13. Endang
5. Kebiasaan Warga Kumpulkan Serpihan Logam
Mayjen Kristomei mengungkap, warga sekitar lokasi sudah lama memiliki kebiasaan mengumpulkan sisa logam, tembaga, atau material peledak usai pemusnahan dilakukan.
"Biasanya setelah peledakan, masyarakat datang untuk mengambil serpihan logam, tembaga, atau besi dari granat atau mortir. Tapi kali ini, kebiasaan itu justru berujung pada bencana karena diduga masih ada amunisi aktif yang belum meledak," katanya.
6. TNI Lakukan Evaluasi dan Investigasi Internal
TNI mengakui bahwa evaluasi menyeluruh sedang dilakukan. Investigasi internal tengah berjalan untuk memastikan apakah seluruh prosedur pengamanan telah dijalankan sesuai standar operasional.
"Kita akan konsentrasi melakukan investigasi agar peristiwa ini tidak terulang. Nanti akan kami sampaikan detailnya, termasuk penyebab teknisnya," ujar Kristomei.
7. Risiko Amunisi Kedaluwarsa Sangat Tinggi
Mayjen Kristomei menjelaskan bahwa amunisi yang telah kedaluwarsa sangat sulit diprediksi. Isian bahan peledak di dalamnya bisa saja berubah dan pemicunya tidak lagi stabil.
"Namanya juga amunisi expired, kita tidak bisa perkirakan kondisinya. Entah isinya masih sesuai atau tidak, atau pemantiknya masih bisa bekerja normal. Itu sebabnya penanganannya sangat berisiko," jelas dia.
8. Lokasi Langsung Diamankan TNI
Pasca ledakan, TNI langsung memperluas perimeter pengamanan dan mensterilkan lokasi untuk mencegah korban tambahan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, koordinasi dilakukan dengan aparat terkait untuk menjamin keamanan warga sekitar.
"Kami pastikan lokasi saat ini sudah diamankan sepenuhnya. Pensterilan terus dilakukan karena masih ada kemungkinan sisa bahan berbahaya di area tersebut," kata Wahyu.
Tragedi ini menjadi pengingat kelam akan betapa pentingnya penerapan standar keamanan maksimal dalam pemusnahan amunisi.
TNI menyatakan akan membuka fakta secara transparan setelah investigasi selesai.
Sementara itu, DPR dan berbagai pihak publik mendesak adanya audit menyeluruh dan pembenahan prosedur untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dalam kejadian serupa.(*)