Human Interest Story
Kisah Muhamad Ibrahim, Penjual Telur di Gorontalo Utara, Raup Omzet Ratusan Ribu Per Hari
Muhamad Ibrahim, seorang penjual telur di Gorontalo Utara. Dirinya sering berjualan dari pasar ke pasar demi sesuap nasi.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fdbsdrjymhvnghmn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Muhamad Ibrahim, seorang penjual telur di Gorontalo Utara.
Dirinya sering berjualan dari pasar ke pasar demi sesuap nasi.
Pasar yang tiap kali ramai dengan suara teriakan pedagang serta langkah kaki pembeli yang lalu lalang, Muhamad Ibrahim tak pernah absen.
Saat ditemui TribunGorontalom.com, Selasa (13/5/2025) dia memakai kaus berkerak berwarna abu-abu serta kopiah keranjang dan tas samping berwarna coklat.
Dirinya seperti tak pernah bosan menunggu pembeli.
Baca juga: Bayi yang Ditemukan di Suwawa Gorontalo Kini Ditangani Medis, Adopsi Akan Dibuka Tiga Bulan Kedepan
Senyum lebar kerap ditunjukkannya kepada masyarakat yang melewati lapaknya.
Meskipun umurnya tak lagi muda, tapi semangat yang dimiliki Muhamad patut diacungi jempol.
Ia menjual telur setiap hari mulai dari pasar Senin hingga Minggu
Pekerjaan ini telah dia geluti sejak tahun 2020.
Baca juga: Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier Dituding Tidak Sah, Ini Tanggapan Ustaz
Artinya, Muhamad Ibrahim berjualan telur di Kabupaten Gorontalo Utara ini sudah berlangsung selama lima tahun.
Muhamad tinggal di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara bersama istri dan anak bungsunya.
Sejatinya, Muhamad memiliki empat orang anak yang telah berkeluarga, namun anak bungsunya lah yang masih tinggal bersamanya.
Muhamad selalu mengangkut telurnya ke pasar satu ke pasar lainnya dengan sepeda motor miliknya.
Panas serta hujan tidak menjadi halangan untuk seorang pria 67 tahun tersebut.
Kata Muhamad, sebelum matahari terbit dirinya sudah bersiap-siap mengatur dagangannya .
Baca juga: Terungkap Motif Tahanan yang Kabur di PN Jakarta Utara, Ternyata Temui Sang Pacar
Tetesan keringat jatuh dari wajahnya tak membuat ia mengeluh.
Setiap hari Ia selalu berada di pasar, tanpa adanya libur, kecuali ada hajatan dan lain sebagainya.
Modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp4 juta memulai usahanya.
Ia mengambil telur langsung dari kandang yang ada di Dusun Hulapa, Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang.
"Saya selalu ambil telur di sana, karena sudah sering jadi dikasih kepercayaan ambil telur banyak bayarnya kebelakang nanti sudah laku," ujar Muhamad Kepada TribunGorontalo.com, Selasa (13/5/2025).
Kata Muhamad harga telur di kandang dibanderol Rp52 ribu per bak isi 30 butir, kemudian dijual di pasar 56 ribu hingga Rp58 ribu per bak seuai dengan ukurannya.
Baca juga: 10.000 Karyawan Panasonic di PHK Karena Penjualan Turun Drastis, Bagaimana Nasib Pekerja?
Adapun ia membawa telur dari rumah ke pasar berjumlah 40 sampai 50 bak, tergantung kondisinya.
Tentu dalam membawa barang, apalagi telur rawan pecah, ia harus berhati-hati.
Muhamad mengaku jualanya kadang habis semuanya, ada yang tersisa bahkan ada yang hanya laku sedikit.
Pendapatannya pun tak menentu, tegantung momen-momen besar ketika permintaan telur naik, maka telur 50 bak miliknya habis, dengan keuntungan bersih Rp200 ribu per hari
"Jika menjelang hari raya Idul Fitri maka permintaan telur banyak sehingga habis terjual, Alhamdulillah untungya Rp200 ribu jika laku semua," ucapnya.
Baca juga: Sosok 4 Anggota TNI yang Gugur Dalam Insiden Ledakan Pemusnahan Amunisi di Pantai Cibalong Garut
Namun jika hari biasa pendapatan bersihnya Rp100 ribu hingga 150 ribu.
Kata Muhamad saat ini permintaan telur kurang, yang biasanya jam 10:00 Wita sudah habis kini masih sisa banyak.
Muhamad pun bersyukur masih diberikan kesehatan walau usianya yang tak mudah lagi, bisa menafkahi keluarganya di rumah.
(TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.