Penganiyaan di Gorontalo
Sudah Sepekan, Polres Gorontalo Belum Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di GORR
Sudah sepekan berlalu sejak kasus pengeroyokan brutal terhadap anggota LSM Amin Suleman terjadi di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), namun hingg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POTRET-POLRES-GORONTALO-Pihak-Polres-Gorontalo-belum-berhasil.jpg)
Ia juga menghubungi aparat setempat hingga didatangi, namun kemudian dibujuk untuk membiarkan truk masuk.
Karena tetap bersikukuh, Amin menyarankan truk dibawa ke kantor polisi.
Namun, sopir malah melajukan truk ke arah Kota Gorontalo.
Amin mencoba menghadang kendaraan itu di beberapa titik, termasuk di depan SPBU Pertamina dan Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, namun tidak berhasil.
Amin terus membuntuti truk dengan jarak sekitar 200 meter sambil mengirim video ke pimpinan kepolisian.
Saat melintasi kawasan GORR, dua sepeda motor tiba-tiba menghadang Amin.
Masing-masing motor ditumpangi dua orang. Tanpa basa-basi, keempatnya langsung menyerang Amin menggunakan balok kayu.
“Saya dihadang, balok sudah dibawa mereka. Saya sempat tangkis-tangkis dan turun dari motor, tapi mereka empat orang. Saya cuma bisa bertahan sebisa mungkin,” ungkap Amin.
Akibat serangan itu, Amin mengalami luka memar di sekujur tubuh, pembengkakan di kepala, dan luka di jari-jarinya.
Ia mengaku mengenali salah satu pelaku dari pertemuan sebelumnya di sebuah warung kopi.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke SPKT Polres Gorontalo.
Amin juga menjalani visum di RS Bhayangkara dan kini tengah diperiksa oleh tim Reskrim.
Sebelumnya, peristiwa penganiayaan ini sempat terekam dalam sebuah video amatir berdurasi 38 detik yang diterima redaksi TribunGorontalo.com.
Dalam video tersebut tampak Amin menjadi sasaran pemukulan empat pemuda.
Keempat pelaku tampak menggunakan benda tumpul berupa kayu, dan tak hanya tangan kosong dalam melakukan aksinya.