Minggu, 8 Maret 2026

Penganiyaan di Gorontalo

Sudah Sepekan, Polres Gorontalo Belum Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di GORR

Sudah sepekan berlalu sejak kasus pengeroyokan brutal terhadap anggota LSM Amin Suleman terjadi di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), namun hingg

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sudah Sepekan, Polres Gorontalo Belum Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di GORR
GMPAS
POTRET POLRES GORONTALO -- Pihak Polres Gorontalo belum berhasil mengungkap identitas pelaku penganiayaan di GORR pada 5 Mei 2025 lalu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sudah sepekan berlalu sejak kasus pengeroyokan brutal terhadap anggota LSM Amin Suleman terjadi di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), namun hingga kini pelaku masih belum berhasil diungkap pihak kepolisian.

Polres Gorontalo mengaku masih terus melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas dan motif para pelaku yang diduga berjumlah empat orang dan kabur menggunakan dua sepeda motor.

“Kami masih dalam tahap penyelidikan, pengumpulan bukti terus dilakukan,” kata Kasi Humas Polres Gorontalo, Iptu Wawan Suryawan saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (12/5/2025).

Wawan menegaskan, meski belum ada penetapan tersangka, kasus ini tetap menjadi atensi khusus dari jajaran kepolisian, termasuk Kapolres Gorontalo AKBP Ki Ide Bagus Tri.

Menurutnya, pihak kepolisian tidak mengalami kendala berarti, hanya saja proses pembuktian dan identifikasi para pelaku membutuhkan waktu.

“Tidak ada kesulitan signifikan, hanya butuh waktu agar semua terang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejak kejadian tersebut, patroli dan pengawasan di jalur GORR telah ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami melakukan patroli rutin siang dan malam di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Kronologi

Amin Suleman, pria 39 tahun, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh empat orang tak dikenal di ruas Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), Senin (5/5/2025) siang. 

Belakangan diketahui jika Amin adalah Ketua Umum Gerakan Aktivis Milenial Provinsi Gorontalo.

Kronologi digali dari keterangan Amin, rupanya pengeroyokan itu berawal dari ia membuntuti sebuah truk kontainer diduga bermuatan batu hitam ilegal.

Peristiwa ini bermula pada pagi hari sekitar pukul 09.45 Wita, ketika Amin melihat truk kontainer mencurigakan hendak masuk ke Pelabuhan Anggrek, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Amin mendekati sopir dan menanyakan tujuan muatan. Sopir mengaku hanya menjalankan perintah dari pihak ekspedisi.

Mencurigai adanya pengangkutan batu hitam ilegal, Amin meminta truk tidak masuk ke area pelabuhan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved