Selasa, 10 Maret 2026

Berita Katolik

Buka Munas III LP3KN, Menteri Agama Harap Pesparani Jadi Ajang Syiar Sekaligus Penghayatan Spiritual

Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pus

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Buka Munas III LP3KN, Menteri Agama Harap Pesparani Jadi Ajang Syiar Sekaligus Penghayatan Spiritual
LP3K
BUKA MUNAS - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memukul gong tanda resmi dibukanya Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025)

Kegiatan Munas III LP3KN ini dibuka Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Diketahui, Pesparani adalah singkatan Pesta Paduan Suara Gerejani yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Tempat penyelenggaraan Pesparani ditentukan dalam Munas. 

Menteri Agama Nasaruddin mengapresiasi filosofi dan spirit di balik terbentuknya LP3K Nasional (LP3KN) yang dinilainya bukan sekadar ajang syiar keagamaan, tetapi juga sebagai wadah penghayatan spiritual melalui liturgi dan nyanyian-nyanyian suci.

"Saya ingin menganggap bahwa Pesparani itu bukan hanya sekadar ajang syiar, tetapi lebih dari itu, sebuah penghayatan dari sebuah liturgi atau nyanyian-nyanyian suci keagamaan," ujar Nasaruddin.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memukul gong tanda ftff8888
BUKA MUNAS - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memukul gong tanda resmi dibukanya Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam.

"Yang bisa membersihkan suasana kebatinan kita, bisa meluruskan jalan pikiran yang mungkin bengkok, bisa meneguhkan langkah-langkah yang mungkin lunglai, dan juga melembutkan jiwa yang sedang mengeras," sambungnya. 

Nasaruddin juga menyebut LP3KN sebagai "bengkel spiritual" yang mampu memperbaiki hati dan jiwa yang rusak akibat berbagai pengaruh negatif, termasuk virus sosial dan globalisasi. 

Menurutnya, tradisi keagamaan seperti yang diusung LP3KN perlu terus dikembangkan sebagai bentuk pendidikan karakter dan pusat kreativitas rohani.

"LP3KN ini adalah semacam bengkel spiritual, pusat kreativitas rohani hati yang sedang rusak karena berbagai macam virus sosial masyarakat, virus globalisasi itu harus diperbaiki oleh lembaga-lembaga tradisi keagamaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin berharap LP3KN bisa menjadi jembatan dialog antarumat beragama, mempererat hubungan antara ajaran agama dengan para pemeluknya, dan mencegah adanya kepribadian ganda dalam praktik kehidupan spiritual dan duniawi.

"Kita berharap tradisi-tradisi keagamaan seperti LP3KN ini harus memberikan dampak yang sangat luhur dalam diri kita masing-masing. Juga menjadi jembatan dialog untuk mempertemukan rekan-rekan kita yang berbeda iman," tutupnya.

Pesparani Wadah Peradaban yang Mengukuhkan Persatuan dalam Keberagaman.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar 889999788
BUKA MUNAS - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menerima gambar dirinya usai memukul gong tanda resmi dibukanya Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam.

Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional III (Munas III) pada 9 – 12 Mei 2025 di Jakarta.

Acara ini akan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari perwakilan LP3KD provinsi seluruh Indonesia, utusan dari keuskupan-keuskupan, pembimas seluruh provinsi, perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), utusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik serta jajaran pengurus LP3KN.

Acara ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sekejn KWI yang juga Uskup Bogor Mgr (Monsiyur). Paskalis Bruno Syukur, OFM, dan Uskup Sintang (Kalbar)  Mgr. Valentinus Saeng, CP.

Dalam homilinya, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, mengingatkan  Pesparani bukan hanya kompetisi musik liturgi, tetapi juga wadah peradaban yang mengukuhkan persatuan dalam keberagaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved