Berita Katolik
Buka Munas III LP3KN, Menteri Agama Harap Pesparani Jadi Ajang Syiar Sekaligus Penghayatan Spiritual
Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Menag-Nasaruddin-Umar-7888888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025)
Kegiatan Munas III LP3KN ini dibuka Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Diketahui, Pesparani adalah singkatan Pesta Paduan Suara Gerejani yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Tempat penyelenggaraan Pesparani ditentukan dalam Munas.
Menteri Agama Nasaruddin mengapresiasi filosofi dan spirit di balik terbentuknya LP3K Nasional (LP3KN) yang dinilainya bukan sekadar ajang syiar keagamaan, tetapi juga sebagai wadah penghayatan spiritual melalui liturgi dan nyanyian-nyanyian suci.
"Saya ingin menganggap bahwa Pesparani itu bukan hanya sekadar ajang syiar, tetapi lebih dari itu, sebuah penghayatan dari sebuah liturgi atau nyanyian-nyanyian suci keagamaan," ujar Nasaruddin.
"Yang bisa membersihkan suasana kebatinan kita, bisa meluruskan jalan pikiran yang mungkin bengkok, bisa meneguhkan langkah-langkah yang mungkin lunglai, dan juga melembutkan jiwa yang sedang mengeras," sambungnya.
Nasaruddin juga menyebut LP3KN sebagai "bengkel spiritual" yang mampu memperbaiki hati dan jiwa yang rusak akibat berbagai pengaruh negatif, termasuk virus sosial dan globalisasi.
Menurutnya, tradisi keagamaan seperti yang diusung LP3KN perlu terus dikembangkan sebagai bentuk pendidikan karakter dan pusat kreativitas rohani.
"LP3KN ini adalah semacam bengkel spiritual, pusat kreativitas rohani hati yang sedang rusak karena berbagai macam virus sosial masyarakat, virus globalisasi itu harus diperbaiki oleh lembaga-lembaga tradisi keagamaan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin berharap LP3KN bisa menjadi jembatan dialog antarumat beragama, mempererat hubungan antara ajaran agama dengan para pemeluknya, dan mencegah adanya kepribadian ganda dalam praktik kehidupan spiritual dan duniawi.
"Kita berharap tradisi-tradisi keagamaan seperti LP3KN ini harus memberikan dampak yang sangat luhur dalam diri kita masing-masing. Juga menjadi jembatan dialog untuk mempertemukan rekan-rekan kita yang berbeda iman," tutupnya.
Pesparani Wadah Peradaban yang Mengukuhkan Persatuan dalam Keberagaman.
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional III (Munas III) pada 9 – 12 Mei 2025 di Jakarta.
Acara ini akan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari perwakilan LP3KD provinsi seluruh Indonesia, utusan dari keuskupan-keuskupan, pembimas seluruh provinsi, perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), utusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik serta jajaran pengurus LP3KN.
Acara ini diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sekejn KWI yang juga Uskup Bogor Mgr (Monsiyur). Paskalis Bruno Syukur, OFM, dan Uskup Sintang (Kalbar) Mgr. Valentinus Saeng, CP.
Dalam homilinya, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, mengingatkan Pesparani bukan hanya kompetisi musik liturgi, tetapi juga wadah peradaban yang mengukuhkan persatuan dalam keberagaman.
| Paus Leo XIV Pidato State of World di Hadapan Diplomat, Kecam Penggunaan Kekuatan Militer |
|
|---|
| Paus Leo XIV Akhiri Tahun Jubelium Pengharapan 2025, Tutup Pintu Suci Basilika St Petrus Vatikan |
|
|---|
| Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Desak Rusia dan Ukraina Berdialog dan Akhiri Perang |
|
|---|
| Paus Leo XIV Berikan Penghargaan Pro Ecclesia et Pontifice ke Sejumlah Tokoh, Ada Muliawan Margadana |
|
|---|
| Dubes RI Untuk Vatikan Keluarkan Ajakan Ini ke Penyelenggara Tour ke Roma dan Pastor Pendamping |
|
|---|