Jumat, 6 Maret 2026

Human Interest Story

Abdullah Yani, Pria Paruh Baya di Gorontalo Utara Bekerja Sebagai Petani Demi Hidupi Keluarganya

Meskipun umurnya tak lagi muda, tapi semangat bekerja yang dimiliki Abdullah patut diacungi jempol.

Tayang:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Abdullah Yani, Pria Paruh Baya di Gorontalo Utara Bekerja Sebagai Petani Demi Hidupi Keluarganya
TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin
HIS Petani - Abdullah Yadi (60) petani asal Desa Bulao, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Minggu (11/5/2025). Sebagai seorang petani padi sawah yang sudah puluhan tahun lamanya ia menggantungkan hidupnya di hasil sawah 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Abdullah Yani, salah seorang petani di Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Meskipun umurnya tak lagi muda, tapi semangat bekerja yang dimiliki Abdullah patut diacungi jempol.

Sebagai seorang petani, pria berusia 60 tahun ini menggantungkan hidupnya dari hasil sawah.

Suka duka menjadi seorang petani pun sudah dirasakannya selama bertahun-tahun.

Terik  hujan sudah menjadi hal biasa untuknya.

Baca juga: Perkara Tak Dibelikan Motor dan HP, Ayah di Jakarta Utara Tak Mau Jadi Wali Nikah Anak Perempuannya

Lumpur pun kini telah menjadi sahabatnya.

Demi keluarga ia tak mempermasalahkan hal itu.

Saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (11/5/2025) Abdullah tampak menggunakan baju cokelat yang dipenuhi lumpur sedang membuat petakan tanah di atas lahan persawahannya.

Lengkap dengan topi capingnya, Abdullah membuat petakan tersebut sebagai batas atau pijakan untuk berjalan.

Abdullah tinggal bersama istrinya Maryam Usman dan dianugerahi empat orang anak.

Ketiga anaknya telah menikah dan punya keluarga baru sedangkan anak bungsu masih tinggal bersamanya.

Baca juga: Ngaku Tuhan, Pria di Papua Ini Ajarkan Ibadah Telanjang hingga Bebas Hamili Perempuan

Kata Abdullah, menjadi seorang petani bukanlah hal yang mudah.

Banyak tantangan dan biaya yang besar harus dikeluarkan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

"Terutama dalam musim kemarau susah untuk cari air, karena sawah harus ada air terus," ujar Abdullah kepada TribunGorontalo.com, Minggu (11/5/2025).

Tak hanya itu, serangan hama menjadi ancaman penting bagi dunia pertanian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved