Paus Terpilih Vatikan
Kardinal Robert Prevost Terpilih Sebagai Paus Baru Asal Amerika dengan Nama Leo XIV
Kardinal Robert Prevos secara tak terduga terpilih menjadi pemimpin baru Gereja Katolik pada Kamis (9/5/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Terpilihnya-Kardinal-Robert-Prevost-sebagai-Paus-Leo-XIV-menjadi-babak-baru.jpg)
"Gejolak internasional dari retorika kepresidenan Trump, secara paradoks, memungkinkan hal yang mustahil terjadi," kata Faggioli, seorang profesor di Universitas Villanova, AS.
"Trump telah melanggar banyak tabu, dan konklaf sekarang melakukan hal yang sama – dalam kunci yang sangat berbeda."
Pujian dari Peru
Penunjukan Kardinal Prevost sebagai Paus Leo XIV juga disambut baik oleh Presiden Peru Dina Boluarte.
"Kedekatannya dengan mereka yang paling membutuhkan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di hati rakyat Peru," tulis kantor kepresidenan Peru melalui akun X resmi mereka.
Prevost menjadi Paus Katolik ke-267, menggantikan Paus Fransiskus, Paus pertama dari Amerika Latin yang memimpin selama 12 tahun.
Fransiskus dikenal luas atas upayanya membuka institusi konservatif ini pada dunia modern, memberlakukan berbagai reformasi, dan mengizinkan perdebatan tentang isu-isu sensitif seperti penahbisan wanita dan inklusi yang lebih baik bagi umat Katolik LGBT.
Dalam pidato pertamanya, Paus Leo XIV menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Paus Fransiskus dan mengulangi seruan pendahulunya untuk Gereja yang terlibat dengan dunia modern dan "selalu mencari perdamaian, amal, dan dekat dengan orang-orang, terutama mereka yang menderita".
Namanya sendiri tidak termasuk dalam daftar kandidat terkuat yang beredar sebelum konklaf.
Bahkan, sempat terjadi momen singkat kebingungan ketika namanya diumumkan di Lapangan Santo Petrus yang dipenuhi lautan manusia, sebelum akhirnya riuh tepuk tangan dan sorak sorai membahana.
"Saya sangat gembira. Saya harap ini dapat membawa komunitas yang lebih penuh kasih ke Amerika. Saya pikir ada banyak kebencian di Amerika. Saya pikir ada banyak rasisme. Saya telah mengalaminya," ujar Lailah Brown, 28 tahun, seorang wanita Afrika-Amerika dari Seattle, mengungkapkan harapannya.
"Saya harap Amerika tidak mempermalukan Paus," tambahnya.
Berbeda dengan Paus Fransiskus yang menolak banyak atribut kepausan sejak terpilih pada tahun 2013, Paus Leo XIV terlihat mengenakan pakaian kepausan merah tradisional di atas kasok putihnya saat pertama kali muncul di hadapan publik sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.
(*)