Berita Viral

Dipicu Stiker Helm, 2 Pemuda di Sragen Dikeroyok Anggota Perguruan Silat yang Konvoi

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menyebutkan kedua korban, AHS (20) dan JSP (18), merupakan warga Desa Gondang.

Editor: Minarti Mansombo
TRIBUNSOLO.COM/SEPTIANA AYU LESTARI
2 WARGA JADI KORBAN-Dipicu Stiker Helm, 2 Pemuda di Sragen Dikeroyok Anggota Perguruan Silat yang Konvoi. Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menyebutkan kedua korban, AHS (20) dan JSP (18), merupakan warga Desa Gondang. 

TRIBUNGORONTALO.COM- Karena Stiker Helm yang dipakai 2 warga Sragen, Jawa Tengah, menjadi amukan oleh sekelompok anggota perguruan silat yang sedang melakukan konvoi.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (20/4/2025), di Jalan Sumeni, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menyebutkan kedua korban, AHS (20) dan JSP (18), merupakan warga Desa Gondang.

Mereka tengah mengendarai sepeda motor berboncengan dari arah Kemuning menuju Gondang ketika tiba-tiba dihadang oleh kelompok yang diduga anggota perguruan silat.

Baca juga: Terkini! Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Jumat Siang 09 Mei 2025, Cek Info BMKG

Baca juga: Keluarga Sebut Kematian Harianto Suardi Tak Wajar, Pertanyakan Keamanan Proyek Bendungan Bulango Ulu

"Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula ketika kendaraan truk di depan mereka berhenti, seketika gerombolan orang menghampiri mereka dan menanyakan afiliasi perguruan silat yang mereka ikuti, korban dan temannya mengaku netral," katanya kepada TribunSolo.com.

Stiker Helm mnmnmnmcbvnbv
DIKEROYOK GEGARA STIKER - Helm pecah milik warga Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen yang menjadi korban pengeroyokan kelompok perguruan silat. Aksi pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (20/4/2025) sore di Jalan Sumeni, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. (TRIBUNSOLO.COM/SEPTIANA AYU LESTARI)

"Namun, situasi berubah mencekam ketika salah seorang dari kelompok konvoi tersebut melihat stiker di helm korban, teriakan 'ke kirik ke kirik' terdengar sebelum akhirnya aksi pemukulan terhadap kedua korban terjadi," tambahnya.

Setelah dihadang, kedua korban mengalami serangan fisik.

Baca juga: Aleg Kota Gorontalo Totok Bachtiar Dukung Jalan Satu Arah, Ini Perhatiannya

Baca juga: Harga Beras Bakal Anjlok ke Titik Terendah, Indonesia Alami Alami Surplus Beras

Helm AHS pecah akibat lemparan batu, dan ia mengalami luka memar serta sakit di punggung, dada kiri, tangan kiri, kepala bagian atas, dan pelipis kiri.

Sementara JSP juga mengalami nasib serupa, helmnya pecah akibat hantaman batu dan mengalami luka di punggung serta kepala akibat pukulan.

Kedua korban berhasil melarikan diri dari lokasi setelah serangan tersebut.

Setelah melarikan diri, AHS dan JSP melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sragen untuk ditindaklanjuti.

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved