Viral Nasional
Netizen tak Mau Maafkan Siswa SMA yang Viral Ejek Guru saat Mengajar! Muncul Blacklist Kampus
Aksi puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru di dalam kelas berbuntut panjang setelah videonya viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EJEK-GURU-Viral-video-siswa-sat-kelas-ejek-ejek-guru.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aksi puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru viral dan menuai kecaman luas dari publik.
- Meski telah menyampaikan permintaan maaf, warganet tetap mendesak sanksi tegas, bahkan hingga usulan blacklist.
- Pemerintah daerah dan Dewan Pendidikan menilai kasus ini harus menjadi pembelajaran serius dalam pembentukan karakter siswa.
TRIBUNGORONTALO.COM — Aksi puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru di dalam kelas berbuntut panjang setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa tersebut memicu gelombang reaksi publik, termasuk munculnya tuntutan keras dari warganet yang mengusulkan agar para siswa diberikan sanksi berat hingga diblacklist dari dunia pendidikan dan kerja di masa depan.
Di tengah tekanan publik yang terus meningkat, para siswa akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Minggu (19/4/2026).
Permintaan maaf itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @yantovharay12, yang memperlihatkan siswa kelas 11 IPS berdiri bersama sambil menunjukkan gestur tangan memohon maaf.
Baca juga: Wali Kota Soroti Majelis Taklim yang Mulai Vakum di Kota Gorontalo, Minta Segera Dihidupkan
Dalam video tersebut, Nabila yang mewakili kelas menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang terdampak, termasuk guru yang menjadi korban.
"Assalamu’alaikum waromhatullahi wabarokatuh. Perkenalkan saya Nabila perwakilan dari kelas 11 IPS memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada Ibu S, kepada Kepala Sekolah beserta guru-guru, dan alumni," ujar Nabila.
Ia juga mengakui bahwa tindakan yang dilakukan bersama teman-temannya tidak mencerminkan sikap yang seharusnya terhadap tenaga pendidik.
"Saya mengakui tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas kepada ibu guru kami yaitu ibu S. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," tambahnya.
Meski demikian, respons publik terhadap permintaan maaf tersebut belum mereda.
Banyak warganet menilai tindakan para siswa telah melampaui batas dan tidak bisa dianggap sebagai sekadar candaan.
Sejumlah komentar keras pun muncul di media sosial, salah satunya dari akun @shofwall_ yang mengaku sebagai seorang guru.
"Saya sebagai guru Z mengutuk keras kejadian ini tidak ada permintaan maaf yang harus diterima karena ini bukan lagi masuk lelucon atau candaan tapi ini penghinaan besar dan pelecehan martabat seorang guru," tulisnya.
Komentar lain bahkan mendorong adanya sanksi jangka panjang terhadap para siswa.
"Blacklist dari semua universitas / perusahaan saat mereka lulus," tulis akun @muelkcima.