Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Suami Anteng Main Handphone, Istri Jadi Badut di Lampu Merah Kota Gorontalo

Dinas Sosial Kota Gorontalo menemukan fenomena berkaitan badut jalanan. Tim Dinsos Kota Gorontalo mendapati badut di kawasan Gelael. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Suami Anteng Main Handphone, Istri Jadi Badut di Lampu Merah Kota Gorontalo
Dinsos Kota Gorontalo
PENERTIBAN BADUT - Potret Satpol PP saat menertibkan badut lampur merah di Kota Gorontalo. Dinsos Kota Gorontalo menemukan fenomena badut jalanan ditemani suami atau istri mereka. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap penanganan badut lampu merah juga bisa menjadi atensi dari daerah lain. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Satu Pekerja Meninggal Akibat Blasting Proyek Bendungan Bulango Ulu Gorontalo

80 Persen Badut di Lampu Merah Bukan Warga Kota Gorontalo

Diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat  sekitar 80 persen badut yang beroperasi di Kota Gorontalo ternyata bukan warga kota.

Sebagian besar dari mereka berasal dari Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

"Kami belum menemukan indikasi bahwa mereka bekerja di bawah satu sistem manajemen. Mereka beroperasi secara mandiri," lanjut Herson.

Meskipun sempat terorganisir di awal kemunculannya saat belum memiliki kostum sendiri, kini banyak dari mereka yang telah memiliki hingga dua kostum pribadi.

Fakta lain yang ditemukan di lapangan adalah praktik penyewaan kostum badut dengan tarif Rp20-25 ribu per hari dari individu tertentu.

Lebih mengkhawatirkan, banyak dari para badut ini tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), menyulitkan proses identifikasi resmi.

Namun, petugas berhasil mengidentifikasi asal daerah mereka melalui dialek dan logat bicara.

Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Gorontalo, Iin Wahyuni Latif, menambahkan bahwa timnya juga menemukan adanya pergantian orang yang kerap terjadi di beberapa titik lokasi aktivitas badut.

Hal ini mengindikasikan tingginya mobilitas dan ketidakpermanenan pelaku di satu tempat. 

"Jadi di beberapa titik, badut-badut ini sering gantian," jelas Iin.

Temuan yang paling mengejutkan dan memprihatinkan adalah ditemukannya manusia silver yang dipekerjakan ibu mereka.

Praktik eksploitasi anak ini langsung ditindak tegas oleh Dinas Sosial dengan memberikan edukasi kepada orang tua yang bersangkutan.

"Kami sampaikan ke ibu itu, kalau anak ini tidak mendapatkan hak dasarnya seperti sekolah, ibu bisa kena pasal," tegas Herson.

Untuk menertibkan fenomena ini, Dinas Sosial Kota Gorontalo telah membentuk dua tim yang bergerak di wilayah selatan dan utara kota.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved