Berita Kota Gorontalo

Suami Anteng Main Handphone, Istri Jadi Badut di Lampu Merah Kota Gorontalo

Dinas Sosial Kota Gorontalo menemukan fenomena berkaitan badut jalanan. Tim Dinsos Kota Gorontalo mendapati badut di kawasan Gelael. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Dinsos Kota Gorontalo
PENERTIBAN BADUT - Potret Satpol PP saat menertibkan badut lampur merah di Kota Gorontalo. Dinsos Kota Gorontalo menemukan fenomena badut jalanan ditemani suami atau istri mereka. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Sosial Kota Gorontalo menemukan fenomena berkaitan badut jalanan.

Tim Dinsos Kota Gorontalo mendapati badut di kawasan Gelael. 

Wanita itu berupaya menghibur pengendara yang berhenti di lampu merah. Sementara suaminya duduk di atas becak motor (bentor). Pria itu mengangkat kaki sembari tangannya sibuk mengotak-atik handphone.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Gorontalo, Herson Tahir, mengungkapkan keprihatinannya saat melihat langsung kejadian tersebut.

"Itu suaminya ya? Ibu jadi badut tapi suaminya duduk main hp. Kalau ibu sampai celaka ditabrak kendaraan, bisa-bisa suaminya cepat menikah lagi," ujar Herson menirukan perkataannya saat menegur badut.

Menurut Herson, seharusnya suami turut bertanggung jawab, bukan malah membiarkan istrinya jadi badut.

Namun, laporan berbeda datang dari Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Gorontalo, Iin Wahyuni Latif

Di lokasi lain, tepatnya di kawasan sekitar BRI bagian utara Kota Gorontalo, ditemukan kasus  suami dan ipar menjadi badut. Sedangkan istri sang badut menunggu di bentor.

"Di sana ada suami istri bersama iparnya. Yang jadi badut justru suami dan iparnya," jelas Iin.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam penanganan para badut lampu merah adalah sulitnya identifikasi. 

Banyak dari badut tidak membawa kartu identitas. Mereka bahkan menggunakan nama samaran ketika ditanyai petugas. Hal ini cukup menyulitkan pendataan.

Dinas Sosial Kota Gorontalo mencatat bahwa sejak tiga hari terakhir, puluhan badut di lampu merah telah ditertibkan.

Beberapa lokasi menunjukkan rotasi orang, sementara sebagian tetap dihuni oleh individu yang sama.

Herson menegaskan bahwa operasi penjangkauan ini akan terus dilakukan hingga 11 Mei 2025. 

Ia juga menyebutkan bahwa mayoritas badut yang ditemui merupakan warga dari luar Kota Gorontalo

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved