Pemilihan Paus
Konklaf Buntu! Tiga Putaran Gagal Lahirkan Paus Baru, Spekulasi Calon Makin Liar
Hingga Kamis (8/5/2025) siang waktu Vatikan, tiga putaran pemungutan suara yang telah dilakukan oleh 133 kardinal belum membuahkan hasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMILIHAN-PAUS-Asap-hitam-mengepul-dari-cerobong-asap-di-atas-Kapel-Sistina-di-Vatikan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari kedua Konklaf pemilihan pengganti Paus Fransiskus di Vatikan berjalan alot.
Hingga Kamis (8/5/2025) siang waktu Vatikan, tiga putaran pemungutan suara yang telah dilakukan oleh 133 kardinal belum membuahkan hasil.
Asap hitam kembali mengepul dari cerobong Kapel Sistina sekitar pukul 11:50 pagi Kota Vatikan atau pukul 4 sore di Indonesia.
Asap ini mengirimkan sinyal kepada jutaan umat Katolik di seluruh dunia bahwa pemimpin baru mereka belum terpilih.
Asap hitam ini menjadi yang kedua kalinya terlihat dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
Sebelumnya, pada Rabu malam, asap serupa juga keluar lebih lambat dari perkiraan setelah para kardinal menjalani sumpah kerahasiaan dan memulai proses pemilihan tertutup di balik tembok Kapel Sistina.
Jurnalis veteran Vatikan, David Gibson, mencoba menganalisis situasi yang terjadi di dalam konklaf.
Menurutnya, pemungutan suara pertama berfungsi sebagai "penyaringan besar" untuk melihat kecenderungan pilihan para kardinal.
Ia menambahkan bahwa hari kedua menjadi momen krusial di mana dinamika pemilihan semakin intens dan bergerak cepat.
Gibson juga menyoroti potensi adanya perubahan dukungan di antara para kardinal seiring berjalannya waktu.
"Jika seseorang muncul sebagai calon terdepan, Anda mulai berpikir, 'Apakah saya benar-benar ingin melihatnya sebagai paus?' Dan mungkin Anda beralih ke kandidat lain yang mungkin awalnya tidak Anda dukung tetapi yang bisa Anda terima atau bahkan cintai sebagai paus," ujarnya.
Ia pun mengindikasikan bahwa lobi dan strategi antar kardinal semakin berperan.
Ribuan peziarah kembali memadati Lapangan Santo Petrus, dengan mata mereka tertuju pada cerobong Kapel Sistina dan layar-layar besar yang menayangkan langsung dari lubang ventilasi kecil tersebut.
Ketegangan dan harapan bercampur aduk di antara mereka yang menanti kabar baik dari dalam Vatikan.
Meskipun sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat potensial dalam berbagai prediksi dan bursa taruhan, belum ada indikasi kuat mengenai siapa yang akan menduduki Takhta Suci.