Berita Nasional
Presiden Prabowo Akan Bangun 100 Sekolah Berasrama Guna Memutus Rantai Kemiskinan di Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto akan berencana membangun minimal 100 sekolah yang berasrama khusu bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PRESIDEN-PRABOWO-Presiden-Prabowo-Subianto-menyampaikan-pidato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Presiden RI Prabowo Subianto akan berencana membangun minimal 100 sekolah yang berasrama khusu bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Program ini diungkapkan dalam komitmennya sebagai upaya untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
“Salah satu program saya minimal 100 sekolah berasrama,” kata Prabowo saat berbicara dalam acara Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025).
"Biasanya di setiap negara adalah untuk yang terpintar, tapi saya akan bangun sekolah berasrama untuk keluarga yang paling tidak mampu," lanjutnya.
Baca juga: Pasutri Ini Akhirnya Naik Haji setelah Menabung Rp10 Ribu per Hari Selama 28 Tahun
Baca juga: Kesal Karena Dianggap Menghambat Penetapan Karyawan Tetap, Wanita 46 Tahun Dibacok Mantan Pacar
Prabowo menyatakan tekadnya, agar anak-anak dari keluarga miskin memiliki masa depan yang lebih baik.
“Saya bertekad untuk memutus rantai kemiskinan. Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Bapaknya tukang becak, bapaknya susah, anaknya tidak boleh,” jelasnya.
Ia mengatakan seleksi untuk sekolah tersebut sedang berlangsung dan akan dibuka secara resmi pada Juli mendatang.
“Sekarang sudah mulai seleksi murid. Syaratnya harus dari keluarga-keluarga tidak mampu."
"Tekniknya dari Kemensos, PANRB, dan BPS karena mereka punya data. Tolong cek rumah tinggal,” jelasnya.
Prabowo kemudian menayangkan profil salah satu calon siswa bernama Naila.
“Namanya Naila, orang tuanya penghasilannya kurang dari 1 juta, padahal jumlah tanggungannya ada 5 orang."
"Yang menarik bagi saya, rumahnya seperti ini, Naila masih bisa senyum,” jelasnya.
Menurutnya, proyek sekolah berasrama ini menjadi perjuangan utamanya sebagai pemimpin bangsa.
“Sisa hidup saya adalah untuk merubah nasib Naila-Naila di Indonesia,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa cita-cita ini bisa tercapai.