Berita Kota Gorontalo

DLH Kota Gorontalo Sebut Air Sungai Bone dan Bolango Tercemar, Seberapa Parah?

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo menyebut air sungai Bone dan Bolango tercemar.

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
SUNGAI TERCEMAR - Potret Sungai Bolango di Kota Gorontalo. DLH Kota Gorontalo mengungkapkan kondisi Sungai Bone dan Bolango. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo menyebut air sungai Bone dan Bolango tercemar.

Akan tetapi masyarakat Gorontalo tidak perlu khawatir.

Kepala Bidang Pengkajian dan Penataan Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kota Gorontalo, Santi Mo'o, menyatakan bahwa dua sungai tersebut berada dalam kategori cemar ringan berdasarkan parameter kualitas air.

Saat ini DLH terus memantau kondisi kualitas air sungai di wilayahnya. Pasalnya, Sungai Bone dan Sungai Bulango merupakan sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). 

Kedua sungai ini merupakan batas alami antara Kota Gorontalo dan dua kabupaten tetangga. 

Di sisi sebelah timur, Sungai Bone membentang sekitar 2,5 kilometer (Km) sementara di sisi sebelah barat, Sungai Bone mengalir sekitar 13 Km. 

Baca juga: Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan RI ke Gorontalo Disambut Suka Cita Nelayan

Potret Sungai Bolango.
SUNGAI TERCEMAR - Potret Sungai Bone. DLH Kota Gorontalo membeberkan kondisi air sungai di Kota Gorontalo yang tercemar. (Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

"Pemantauan kami menunjukkan bahwa Sungai Bone sering berada pada kategori cemar ringan dengan indeks antara 1 hingga 5. Beberapa kali pernah masuk ke kategori cemar sedang, namun tidak sering," ujar Santi, Rabu (30/4/2025).

DLH Kota Gorontalo saat ini telah menggunakan sistem pemantauan kualitas air secara real time melalui stasiun online monitoring (Onlymo) yang terletak di kawasan Jembatan Talumolo 2, dekat Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Botu. 

Alat ini merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLJ), yang memungkinkan pemantauan kualitas air Sungai Bone secara kontinyu dan langsung terhubung dengan monitor DLH serta kementerian.

Sementara untuk Sungai Bulango, pemantauan masih dilakukan secara manual melalui pengambilan sampel dan uji laboratorium.

Terakhir, uji dilakukan pada November 2024 di dua titik, yaitu di hulu (belakang Asrama Haji Gorontalo) dan di hilir (sekitar Polresta Gorontalo Kota). 

Hasilnya, Sungai Bulango juga berada dalam kategori cemar ringan, dan beberapa titik bahkan memenuhi baku mutu air.

Santi mengungkapkan bahwa permohonan pengadaan alat pemantauan real time untuk Sungai Bulango telah diajukan, namun belum terealisasi karena keterbatasan anggaran.

"Secara umum, kualitas air antara Sungai Bone dan Sungai Bulango hampir sama, namun Sungai Bulango memiliki tantangan tambahan karena di kawasan hulunya terdapat aktivitas pertambangan," jelasnya.

DLH Kota Gorontalo juga menyoroti pengaruh limbah domestik dan pembuangan jamban masyarakat yang masih dekat dengan sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved