Berita Kabupaten Gorontalo

Petani Kelapa di Gorontalo Lega, Harga Naik Tajam Capai Rp 5 Ribu per Biji

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Hardjun M Datu, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini berlaku secara nasional.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com
HARGA KELAPA GORONTALO - Petani kelapa tampak senang gara-gara harga yang melonjak tinggi. Meski agak dilematis gara-gara ada pembatasan eksport, namun naiknya harga menjadi angin segar setelah sekian lama petani puasa dengan harga murah. FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kabar baik untuk para petani kelapa di Kabupaten Gorontalo.

Setelah sekian lama bergelut dengan harga yang fluktuatif, kini mereka bisa bernapas lega.

Harga kelapa melonjak drastis hingga mencapai Rp5.000 per butir di tingkat pabrik.

Sementara itu, harga kopra juga naik, berada di angka Rp16.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Hardjun M Datu, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini berlaku secara nasional.

Menurutnya, lonjakan harga disebabkan oleh tingginya permintaan ekspor, khususnya dari China.

“Konsumen kelapanya adalah China, sehingga banyak permintaan dari mereka. Ini menyebabkan kelangkaan di dalam negeri dan harga ikut naik,” ujar Hardjun saat diwawancarai pada Selasa (29/4/2025).

Namun di balik kabar menggembirakan tersebut, terselip tantangan baru.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah memberlakukan pembatasan ekspor kelapa.

Langkah ini diambil karena banyak kelapa yang diekspor dalam bentuk utuh, tanpa melalui proses pengolahan.

“Kementerian membatasi ekspor karena banyak kelapa yang dijual utuh. Padahal industri pengolahan dalam negeri bisa terdampak, dan ini bisa berujung pada PHK karena kurangnya bahan baku,” beber Hardjun.

“Tapi di sisi lain, petani juga baru kali ini menikmati harga tinggi. Jadi memang situasinya dilematis.”

Untuk mengatasi ketimpangan ini, Kementerian Pertanian telah mengambil langkah antisipatif.

Salah satunya melalui program peremajaan dan perluasan tanaman kelapa.

Kabupaten Gorontalo, yang menjadi salah satu daerah prioritas untuk komoditas kelapa dan cengkeh, turut mendapat perhatian khusus dalam anggaran APBN.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved