Berita Viral
Sosok 5 Jenderal Purn TNI Dukung Usulan Gibran Diganti, Eks Wapres RI hingga Mantan KSAL
Setidaknya lima jenderal purnawirawan (Purn) TNI mendukung usulan Gibran Rakabuming Raka diganti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-empat-jenderal-Purn-TNI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Setidaknya lima jenderal purnawirawan (Purn) TNI mendukung usulan Gibran Rakabuming Raka diganti.
Melansir dari Tribunews.com, Senin (28/4/2025), saat ini 103 jenderal, 73 Laksamana, 65 Marsekal, dan 91 Kolonel purnawirawan TNI.
Dari 103 jenderal yang disebutkan, hanya 5 nama jenderal purnawirawan yang membubuhkan tanda tangannya di dalam dokumen surat.
Dalam dokumen itu, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno merupakan selaku pihak "mengetahui".
Terdapat 8 poin usulan dalam surat dokumen tersebut, di antaranya yakni mendukung program kerja Kabinet Merah Putih yang dikenal sebagai Asta Cita kecuali untuk kelanjutan pembangunan IKN, hingga mendesak mengembalikan Polri pada fungsi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di bawah Kemendagri.
Sementara itu, usulan yang paling menggemparkan yakni mengusulkan pergantian Wapres Gibran kepada MPR karena keputusan MK terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu dinilai telah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.
Lantas, seperti apakah sosok, profil, dan rekam jejak kelima jenderal purnawirawan TNI yang menandatangani pernyataan sikap mendesak Gibran diganti ini? Berikut informasi lengkapnya.
1. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno
Try Sutrisno adalah tokoh militer di Indonesia.
Ia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI pada tahun 1988 hingga 1993.
Kariernya di TNI pun terbilang cemerlang.
Jenderal bintang 4 ini juga sempat menduduki posisi jabatan sebagai KSAD pada 1986 hingga 1988.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam V/Jaya hingga Pangdam IV/Sriwijaya.
Dalam awal-awal kariernya, Try Sutrisno juga sempat menjadi ajudan pribadi Presiden Soeharto.
Setelah pensiun dari TNI, Try Sutrisno dipercaya menjadi Wakil Presiden ke-6 RI pada era Orde Baru.
Kala itu ia mendampingi Presiden Soeharto untuk periode 1993-1998.
Baca juga: Kisruh Pensiunan TNI Dukung Pemakzulan Gibran, Ahli Beberkan Mekanisme Pemberhentian Wakil Presiden
2. Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi
Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi adalah tokoh militer Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Panglima TNI.
Dalam kariernya, ia pernah menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad, Wakil Asisten Operasi KASAD, dan Kepala Staf Daerah Militer VII/Wirabuana.
Dikutip dari Wikipedia, Fachrul Razi juga pernah menduduki posisi jabatan sebagai Gubernur Akademi Militer (1996–1997), Asisten Operasi KASUM ABRI (1997–1998), Kepala Staf Umum ABRI (1998–1999), dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan dan Keamanan (1999).
Puncak kariernya sebagai perwira tinggi (Pati) TNI berhasil dicapainya saat mengisi kursi jabatan sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999 hingga 2000.
Pascapurnatugas, Fachrul Razi sempat berkarier sebagai Komisaris Utama di berbagai perusahaan, di antaranya PT Central Proteina Prima Tbk dan PT Antam Tbk.
Fachrul Razi juga sempat terjun ke dalam dunia politik dengan bergabung bersama Partai Hanura.
3. Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan
Hanafie Asnan pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).
Ia tercatat aktif menjabat sebagai KSAU pada tahun 1998 hingga 2002.
Jenderal bintang 4 ini merupakan lulusan Akabri tahun 1969.
4. Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto
Tyasno Sudarto juga merupakan tokoh militer Indonesia yang memiliki rekam jejak karier yang cemerlang saat masih aktif sebagai Pati TNI.
Dalam kariernya, ia pernah menduduki posisi jabatan sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 1999 hingga 2000.
Selain itu, Tyasno juga sempat menduduki posisi jabatan sebagai Pangdam IV/Diponegoro.
Tak sampai di situ, Tyasno Sudarto juga pernah mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Baca juga: Try Sutrisno Desak Gibran Mundur dari Jabatan Wakil Presiden, Didukung Ratusan Pensiunan TNI
5. Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto
Slamet Soebijanto adalah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada tahun 2005 hingga 2007.
Ia merupakan jenderal bintang empat yang berasa dari institusi TNI AL.
Slamet menjadi KSAL pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Alumnus Akabri 1973 tersebut juga pernah menjabat beberapa posisi strategis di TNI AL.
Slamet tercatat pernah menduduki posisi jabatan sebagai Wagub Lemhannas pada 2003 hingga 2005.
Jauh sebelum itu, ia juga sempat menjabat sebagai Asrenum Panglima TNI hingga Pangarmatim.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rekam Jejak 5 Jenderal Purn TNI yang Menandatangani Surat Usulan Gibran Diganti, Ada Eks Panglima
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.