Minggu, 22 Maret 2026

Berita Nasional

Gebrakan Gubernur Jabar! Siswa "Nakal" Dibina di Barak TNI Pakai Kurikulum Wajib Militer

Langkah berani diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam upaya membentuk karakter generasi muda.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gebrakan Gubernur Jabar! Siswa "Nakal" Dibina di Barak TNI Pakai Kurikulum Wajib Militer
YOutube
ILUSTRASI TENTARA CILIK -- Kebijakan terbaru Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yakni dengan menitipkan siswa di barak TNI. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Langkah berani diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam upaya membentuk karakter generasi muda.

Tak tanggung-tanggung, Kang Dedi resmi mengumumkan dua program revolusioner.

Pertama "karantina" siswa bermasalah di barak TNI dan penerapan kurikulum wajib militer di seluruh SMA/SMK se-Jawa Barat.

Kabar pertama sontak mengejutkan publik.

Mulai 2 Mei 2025, siswa-siswa yang terindikasi "nakal" dan sulit dibina di beberapa wilayah Jawa Barat akan merasakan didikan ala militer. 

Bukan lagi sekadar nasihat guru, melainkan tinggal di barak selama enam bulan.

Bahkan menurut Dedi, para siswa dijemput langsung oleh TNI dari rumah mereka.

Dedi Mulyadi menjelaskan, program ini akan fokus pada pembinaan karakter dan perilaku.

Prioritas kata dia, siswa yang terlibat pergaulan bebas atau tindakan kriminal. 

Sebanyak 30 hingga 40 barak TNI siap menjadi kawah candradimuka bagi para siswa terpilih ini.

Terkait biaya, KDM menjelaskan akan ditanggung bersama antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot.

Namun, kejutan tak berhenti di situ. Kang Dedi juga dengan mantap mengumumkan penerapan kurikulum wajib militer di seluruh SMA/SMK di Jawa Barat, mulai tahun ajaran baru mendatang.

"Saya serius! Pemda Provinsi Jabar akan memasukkan kurikulum wajib militer di sekolah-sekolah," tegasnya pada Rabu (5/3/2025) lalu.

Setiap sekolah akan memiliki pembina khusus dari TNI dan Polri yang bertugas menanamkan nilai-nilai bela negara, kedisiplinan, serta memetakan potensi siswa.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka tawuran pelajar dan kenakalan remaja lainnya.

Lebih menarik lagi, kurikulum wajib militer ini tidak hanya soal baris-berbaris.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, program ini akan diintegrasikan dengan potensi daerah masing-masing, seperti pertanian dan peternakan.

Tujuannya jelas: menciptakan generasi muda yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga memiliki keterampilan dan siap terjun ke dunia kerja.

"Program ini dirancang untuk membentuk karakter siswa sekaligus menggali potensi mereka dalam berbagai bidang," pungkas Kang Dedi.

Dua gebrakan besar ini tentu menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Sebagian mendukung penuh langkah tegas Pemprov Jabar dalam mengatasi masalah kenakalan remaja, sementara sebagian lainnya mungkin mempertanyakan efektivitas dan pendekatan yang diambil.

Namun, satu hal pasti: Jawa Barat kini menjadi sorotan nasional dengan inovasi pendidikannya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved