Tribun HIS
Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita Habiskan Satu Semester Magang di Taiwan
Alwi Arridha Buchari Kasim (20), Mahasiswa universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang pernah ikut pertukaran mahasiswa di Taiwan pada semester lima.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAHASISWA-TEKNIK-GORONTALO-Alwi-Arridha-Buchari-Kasim-Cerita.jpg)
Menurutnya beradaptasi dengan orang-orang di negeri Taiwan cukup mudah karena kebanyakan dari mereka bisa berbahasa inggris,
“Untuk adaptasi tergolong mudah, karena kebanyakan orang yang ditemui di sana bisa bahasa inggris," kata Alwi.
Ia juga mengaku pihak National Taiwan University menyediakan kelas bahasa mandarin untuk diajarkan ke mahasiswa internasional.
"Sehingga kita dapat berkomunikasi dengan orang lokal,” Kata Alwi.
Meski ada perbedaan dasar dalam makanan, namun kata Alwi itu masih termasuk enak.
"Jadi tidak terlalu banyak masalah soal makanan. Tantangan dalam makanan mungkin tentang halal atau tidaknya makanan yang dimakan," ucapnya.
Karena itu, agar tak salah makan ia pun mempelajari kata-kata yang memiliki arti yang merujuk ke makanan yang tidak halal.
"Jadi kebanyakan saya makan daging ayam di sana,” tambahnya.
Sementara itu Alwi mengaku bahwa kultur yang ada di negeri Taiwan memiliki beberapa perbedaan,
“Terdapat banyak perbedaan kultur yang saya sadari saat studi di Taiwan, terutama dari segi akademik," jelasnya.
Menurut Alwi, mahasiswa di Taiwan diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah yang tidak berhubungan dengan jurusan yang diambil.
Hal ini yang menjelaskan asalan mahassiwa tidak hanya ahli di bidang mereka, tapi juga memiliki pengetahuan di bidang lain.
Adapun kehidupan di sana menurutnya berbeda dengan Indonesia yang lebih sering menggunakan transportasi pribadi.
“Untuk kehidupan di sana, berbeda dengan kita di sini yang banyak menggunakan kendaraan pribadi, di sana transportasi publik nya sangat maju sehingga untuk kemana mana bisa menggunakan transportasi publik yang tentu saja lebih murah dan ramah lingkungan,” Jelas Alwi.
Alwi juga mengatakan bahwa ia juga mendapatkan teman-teman yang baik selama pertukaran mahasiswa di Taiwan,
“Kalau untuk pertemanan di sana, orang orang yang menjadi teman saya di sana semuanya sangatlah baik dan open minded, mereka tidak sungkan untuk membicarakan soal masalah yang dihadapi di negara mereka” Ucapnya.
Tak hanya itu Alwi juga pernah mengikuti beberapa kegiatan dan lomba seperti Pernah menjadi finalis NUDC tingkat Universitas. Di Taiwan sempat mengikuti lomba debat bahasa inggris.