Minggu, 15 Maret 2026

Tribun HIS

Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita Habiskan Satu Semester Magang di Taiwan

Alwi Arridha Buchari Kasim (20), Mahasiswa universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang pernah ikut pertukaran mahasiswa di Taiwan pada semester lima.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita Habiskan Satu Semester Magang di Taiwan
DOC
MAHASISWA TEKNIK GORONTALO -- Alwi Arridha Buchari Kasim Cerita, Pernah Ikut Pertukaran Mahasiswa di Taiwan. 

Reporter:  Inayah Nuraulia Mokodongan, Mahasiswa Magang

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Alwi Arridha Buchari Kasim (20), Mahasiswa universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang pernah ikut pertukaran mahasiswa di Taiwan pada semester lima.

Alwi adalah seorang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

Diketahui Alwi berasal dari Dungingi, Kota Gorontalo dan merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Meskipun masih semester 6, Alwi telah memiliki banyak pengalaman yang berharga dalam bidang akademik dan organisasi.

Alwi pernah bergabung dengan Kelompok Studi Linux, sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan kemampuan dan pengetahuan tentang sistem operasi Linux. 

Kelompok Studi Linux (KSL), menjadi wadah mahasiswa UNG untuk mengembangkan bakat yang dimiliki agar menjadi mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Salah satu pengalaman yang paling berharga bagi Alwi adalah ketika ia mengikuti program pertukaran mahasiswa di National Taiwan University, Taiwan.

Alwi menghabiskan satu semester di Taiwan dan memperoleh banyak pengalaman yang tidak terlupakan.

Pada tim TribunGorontalo.com Alwi menceritakan pengalaman ia mengikuti program pertukaran mahasiswa di luar Negeri Taiwan.

Saat mengikuti pertukaran Pelajar di taiwan ia belajar di National Taiwan University selama satu semester tepatnya pada semester lima kemarin.

Alwi merupakan salah satu mahasiswa yang beruntung dapat mengikuti program pertukaran mahasiswa ini.

Alwi mengaku mendapatkan banyak ilmu selama pertukaran pelajar di luar negeri ia dapat belajar mulai dari minat dan lintas minat,

“Saya banyak belajar karena di sana dapat memperkenalkan budaya indonesia ke orang dari berbagai negara, Serta belajar berbagai hal mulai dari yang sesuai  dengan minat hingga lintas minat,” Ucapnya.

Tidak hanya itu, Alwi juga belajar bagaimana cara beradaptasi dengan orang-orang di Taiwan dan makanan khas.

Menurutnya beradaptasi dengan orang-orang di negeri Taiwan cukup mudah karena kebanyakan dari mereka bisa berbahasa inggris,

“Untuk adaptasi tergolong mudah, karena kebanyakan orang yang ditemui di sana bisa bahasa inggris," kata Alwi.

Ia juga mengaku pihak National Taiwan University menyediakan kelas bahasa mandarin untuk diajarkan ke mahasiswa internasional.

"Sehingga kita dapat berkomunikasi dengan orang lokal,” Kata Alwi.

Meski ada perbedaan dasar dalam makanan, namun kata Alwi itu masih termasuk enak.

"Jadi tidak terlalu banyak masalah soal makanan. Tantangan dalam makanan mungkin tentang halal atau tidaknya makanan yang dimakan," ucapnya.

Karena itu, agar tak salah makan ia pun mempelajari kata-kata yang memiliki arti yang merujuk ke makanan yang tidak halal.

"Jadi kebanyakan saya makan daging ayam di sana,” tambahnya.

Sementara itu Alwi mengaku bahwa kultur yang ada di negeri Taiwan memiliki beberapa perbedaan,

“Terdapat banyak perbedaan kultur yang saya sadari saat studi di Taiwan, terutama dari segi akademik," jelasnya.

Menurut Alwi, mahasiswa di Taiwan diberikan kesempatan untuk mengambil mata kuliah yang tidak berhubungan dengan jurusan yang diambil.

Hal ini yang menjelaskan asalan mahassiwa tidak hanya ahli di bidang mereka, tapi juga memiliki pengetahuan di bidang lain.

Adapun kehidupan di sana menurutnya berbeda dengan Indonesia yang lebih sering menggunakan transportasi pribadi.

“Untuk kehidupan di sana, berbeda dengan kita di sini yang banyak menggunakan kendaraan pribadi, di sana transportasi publik nya sangat maju sehingga untuk kemana mana bisa menggunakan transportasi publik yang tentu saja lebih murah dan ramah lingkungan,” Jelas Alwi.

Alwi juga mengatakan bahwa ia juga mendapatkan teman-teman yang baik selama pertukaran mahasiswa di Taiwan,

“Kalau untuk pertemanan di sana, orang orang yang menjadi teman saya di sana semuanya sangatlah baik dan open minded, mereka tidak sungkan untuk membicarakan soal masalah yang dihadapi di negara mereka” Ucapnya.

Tak hanya itu Alwi juga pernah mengikuti beberapa kegiatan dan lomba seperti Pernah menjadi finalis NUDC tingkat Universitas. Di Taiwan sempat mengikuti lomba debat bahasa inggris.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved